Rabu, 06 Maret 2013
Selasa, 15 Januari 2013
Koro-Koro Berbuah Cempodak.
Cerita ini bermula dimalam minggu yang bernuansa Hoiiyamak gitu, aku bersama dua orang teman se kos, (Rudi dan Iwan) sedang menikmati malam yang durjana ini, bergitar ria dan mengiklaskan hati melihat lepat sama daun yg lalu lalang diatas kuda besi dari lantai dua kos kami. Jika malam week end seperti ini (malam minggu) aku tak ingin lewat jalanan kota karena yg ada malah bikin keki, dan pengen gulung itu jalan aja, dan selalu berharap tiap malam minggu Allah ta’ala menurunkan hujan selebat-lebatnya, angin kencang putting beliung bahkan topan badai.
Nah tapi dalam episode kali ini aku bukannya ingin menceritakan nasib durjana kami. Akan tetapi cerita ini diawali dengan datanglah seorang teman (untuk menjaga citra baik tujuh turunannya maka nama kawan tersebut sengaja aku samarkan) sebut saja namanya si Karpidhol 20 taun, berparas polos membahana, tinggi semampai, rambut ikal, jika berjalan rembulan pun padam ...
Nah, entah ada angina pa si Pidol tadi menyambangi kos kami …
Secara tengtereeng dia masuk bak pawor renjes yang dengan binalnya mengagetkan kami semua dari khayalan tingkat tinggi di malam minggu yang membahana tadi.
“ Wooii bang, apa nya malam minggu kok macam ayam saket aja di kos ini, gak pengajian orang abang?”
Busyet jugak ni anak mau membilangkan ritual malam minggu aja pakai bahasa pengajian . Pertanyaannya tak ku gubris segera ku sambar tembakau lima centi yang di gengganmnya.
“ Hayok koro-koro kita bang, aku habis dapat bonus dari kantor ini, tenang aja la
aku yg traktirr !!”
Ibarat anak-anak yg habis di beliin Es Walles kami ber tiga tak percaya akan solusi yang membahana dari si Karphidhool ini, ajakan itu langsung disambut histeris 2 kawan ku dengan salto sambil pushup, sementara aku masih menikmati upil kripsi yang
telah dijamurkan.
“ Ayook, serius kau ni kan “ jawab kami serentak.
“ Bahh serius la bang “ jawab nya.
Secara serentak kami menyetujui ajakan dan moment ini tak akan kami lewatkan, betapa tidak makan 3 kali sehari aja untuk kelas anak kos seperti kami udah mantep apalagi bisa dapat koro-koro yang free gini, yah itung-itung ngilangin suntuk. Dengan semangka sekilo lima ribu owh maaf maksud saya semangat yang menggebu, kami engkol kuda besi menuju tempat karaoke di tengah kota.
Sampai disana posisi semua kamar full, maklum posisi malam minggu, belakangan aku sadar mengapa tempat karaoke begitu menjamur di kota – kota besar, maklum tempat ini bisa mengurangi atau bahkan meminimalisir orang stress bagi warganya. Sekitar 20 menit kemudian tanpa cincong kami di panggil sama mbak-mbak si penjaga karoke. “Bang yg nomor 2 ada yang kosong, itu” Kata si penjaga karoke.
Tanpa cincong lagi kami yang udah benafsu pengen menghancurkan loudspeaker denagn suara cempreng kami pun masuk tanpa ragu, sekeliling orang memperhatikan langkah kami. Dalam hati kami hanya bilang “mana la open awak”
Kamipun masuk, dengan penuh keyakinan apalagi malam ini ada Bandar yang biayai kami, satu persatu dari kami menyumbangkan hits terbaiknya secara bergantian hingga tak terasa satu jam pertama pun berlalu, lantas si mbak-mbak tadi masuk dan “ bang mauu tambah lagi gak, waktunya dah mau habis ni” namun dengan mantap sang Bandar kami menjawab “ tambooh kak 1 jam lagi” dan kami pun girang dalam hati dan bilang “aiih mak segan kali awak ah, sama bang karphidol ini ah, ntah kek mana la balasnya ini “ “udah amaan itu bang” balasnya pulak. Kami melanjutkan untuk menghancurkan pita suara.
(Ket Foto: Beberapa Menit Sebelum peristiwa memalukan itu terjadi)
Singkat cerita waktu habis, kami menorehkan beberapa prestasi diantaranya AC ruangan yang tadinya adem mendadak berubah menjadi padam, 3 bijik loudspeaker jebol, 2 biji microphone sompel kenak gigit, kaca-kaca luluh lantak pecah karena suara kami, computer PC pemutar lagu mendadak kenak virus Trojan, LCD TV nya retak-retak , dan kami pun melenggang menuju kasir.
Karena kami pikir toke kami malam itu adalah si karpidol kami pun tak sangsi lagi. Si karpidhol menghadap kasiir dan “berapa mbak ??” “185rebu bang”.
Aku dan dua kawanku hanya menonton aja, dan memerhatikan si karpidhol yang salah tingkah dan mulai keringat dingin, entah dia grogii liat cewe’ yg bohai atau apa kami pun gak ngerti, hingga akhirnya keluarlah kalimat pamungkas dari muncungnya. “Woi uangnya kurang, ada kelen pegang duit ?” Haiih mak jang pikir kami dalam ati.
Berapa rupanya kurangnya dool ? “ Tanyaku sok kepatenan. Lapan puluh lima ribu lagi bang. “hooih mak-jang, apa gak haram jaddah kali kau, ngajak kami gayamu macam toke blacan ngajak ke tempat karaoke pegang duit cuman cepek ribu !” Aku naik pitam.
Mampos la kita ini, kawanku yang satu merepet janda. Aku pun memegang kantong clana, sialnya aku gak bawa dompet pulak, sementara kawan ku yang satunya lagi mencoba menghitung recehan yang ada dari dalam dompetnya dan secara tengtereng te kumpullah duit 80 rebu. Lima ribu lagi wee.. ?
Sementara si mbak-mbak yg tadi udah risih aja sama kami dalam hati mungkin dugaannya benar melihat tampang gembel kami gak akan sanggup bayar. Bongkar punya bongar sampai hampir ngerogoh celdam akhirnya recehan demi recehan terkumpukan dan terbayarlah lunas sgala dosa kami pada malam itu.
Dan kami pun pulang dengan hati gundah gelana dengan sumpah serapah … sambil garuk-garuk bokong sama-sama kami berseru dalan hati … “Tentara Belando ketimpa Cempedak, habis habis Koro2 Duitpun Cekak” Hoiiyamaak ….
Nah tapi dalam episode kali ini aku bukannya ingin menceritakan nasib durjana kami. Akan tetapi cerita ini diawali dengan datanglah seorang teman (untuk menjaga citra baik tujuh turunannya maka nama kawan tersebut sengaja aku samarkan) sebut saja namanya si Karpidhol 20 taun, berparas polos membahana, tinggi semampai, rambut ikal, jika berjalan rembulan pun padam ...
Nah, entah ada angina pa si Pidol tadi menyambangi kos kami …
Secara tengtereeng dia masuk bak pawor renjes yang dengan binalnya mengagetkan kami semua dari khayalan tingkat tinggi di malam minggu yang membahana tadi.
“ Wooii bang, apa nya malam minggu kok macam ayam saket aja di kos ini, gak pengajian orang abang?”
Busyet jugak ni anak mau membilangkan ritual malam minggu aja pakai bahasa pengajian . Pertanyaannya tak ku gubris segera ku sambar tembakau lima centi yang di gengganmnya.
“ Hayok koro-koro kita bang, aku habis dapat bonus dari kantor ini, tenang aja la
aku yg traktirr !!”
Ibarat anak-anak yg habis di beliin Es Walles kami ber tiga tak percaya akan solusi yang membahana dari si Karphidhool ini, ajakan itu langsung disambut histeris 2 kawan ku dengan salto sambil pushup, sementara aku masih menikmati upil kripsi yang
telah dijamurkan.
“ Ayook, serius kau ni kan “ jawab kami serentak.
“ Bahh serius la bang “ jawab nya.
Secara serentak kami menyetujui ajakan dan moment ini tak akan kami lewatkan, betapa tidak makan 3 kali sehari aja untuk kelas anak kos seperti kami udah mantep apalagi bisa dapat koro-koro yang free gini, yah itung-itung ngilangin suntuk. Dengan semangka sekilo lima ribu owh maaf maksud saya semangat yang menggebu, kami engkol kuda besi menuju tempat karaoke di tengah kota.
Sampai disana posisi semua kamar full, maklum posisi malam minggu, belakangan aku sadar mengapa tempat karaoke begitu menjamur di kota – kota besar, maklum tempat ini bisa mengurangi atau bahkan meminimalisir orang stress bagi warganya. Sekitar 20 menit kemudian tanpa cincong kami di panggil sama mbak-mbak si penjaga karoke. “Bang yg nomor 2 ada yang kosong, itu” Kata si penjaga karoke.
Tanpa cincong lagi kami yang udah benafsu pengen menghancurkan loudspeaker denagn suara cempreng kami pun masuk tanpa ragu, sekeliling orang memperhatikan langkah kami. Dalam hati kami hanya bilang “mana la open awak”
Kamipun masuk, dengan penuh keyakinan apalagi malam ini ada Bandar yang biayai kami, satu persatu dari kami menyumbangkan hits terbaiknya secara bergantian hingga tak terasa satu jam pertama pun berlalu, lantas si mbak-mbak tadi masuk dan “ bang mauu tambah lagi gak, waktunya dah mau habis ni” namun dengan mantap sang Bandar kami menjawab “ tambooh kak 1 jam lagi” dan kami pun girang dalam hati dan bilang “aiih mak segan kali awak ah, sama bang karphidol ini ah, ntah kek mana la balasnya ini “ “udah amaan itu bang” balasnya pulak. Kami melanjutkan untuk menghancurkan pita suara.
(Ket Foto: Beberapa Menit Sebelum peristiwa memalukan itu terjadi)
Singkat cerita waktu habis, kami menorehkan beberapa prestasi diantaranya AC ruangan yang tadinya adem mendadak berubah menjadi padam, 3 bijik loudspeaker jebol, 2 biji microphone sompel kenak gigit, kaca-kaca luluh lantak pecah karena suara kami, computer PC pemutar lagu mendadak kenak virus Trojan, LCD TV nya retak-retak , dan kami pun melenggang menuju kasir.
Karena kami pikir toke kami malam itu adalah si karpidol kami pun tak sangsi lagi. Si karpidhol menghadap kasiir dan “berapa mbak ??” “185rebu bang”.
Aku dan dua kawanku hanya menonton aja, dan memerhatikan si karpidhol yang salah tingkah dan mulai keringat dingin, entah dia grogii liat cewe’ yg bohai atau apa kami pun gak ngerti, hingga akhirnya keluarlah kalimat pamungkas dari muncungnya. “Woi uangnya kurang, ada kelen pegang duit ?” Haiih mak jang pikir kami dalam ati.
Berapa rupanya kurangnya dool ? “ Tanyaku sok kepatenan. Lapan puluh lima ribu lagi bang. “hooih mak-jang, apa gak haram jaddah kali kau, ngajak kami gayamu macam toke blacan ngajak ke tempat karaoke pegang duit cuman cepek ribu !” Aku naik pitam.
Mampos la kita ini, kawanku yang satu merepet janda. Aku pun memegang kantong clana, sialnya aku gak bawa dompet pulak, sementara kawan ku yang satunya lagi mencoba menghitung recehan yang ada dari dalam dompetnya dan secara tengtereng te kumpullah duit 80 rebu. Lima ribu lagi wee.. ?
Sementara si mbak-mbak yg tadi udah risih aja sama kami dalam hati mungkin dugaannya benar melihat tampang gembel kami gak akan sanggup bayar. Bongkar punya bongar sampai hampir ngerogoh celdam akhirnya recehan demi recehan terkumpukan dan terbayarlah lunas sgala dosa kami pada malam itu.
Dan kami pun pulang dengan hati gundah gelana dengan sumpah serapah … sambil garuk-garuk bokong sama-sama kami berseru dalan hati … “Tentara Belando ketimpa Cempedak, habis habis Koro2 Duitpun Cekak” Hoiiyamaak ….
Posted in: Hoiyamaak...Jumat, 21 Desember 2012
Tips Keren “BH” : To Be a Creative - ( Menjadi Ben’s Holic Sejati).
Masalah yang dialami setiap penulis biasanya relative sama, walaupun ide tulisan sudah ada dalam kepala mengenai gambaran apa yang sebenarnya yang akan ditulis kebanyakan penulis akan susah untuk memulai dari mana awal / paragraph pertama mereka yang akan ditulis. Sebenarnya memang (si Ben’s) ini bukan merupakan seorang penulis hebat dan tersohor , nama (Perdana Ben’s Chaniago) tentunya tidak dapat di samakan dengan penulis tersohor lainnya seperti Andre Hirata, Boim Lebon, Mira W, atau Tatang.S (penulis cerita Petruk dan Gareng ) .
Sangat tidak adil memang jika nama PoiB.Chan (Perdana Oi Ben’s Chaniago) di sejajarkan dengan mereka, dengan mutu tulisan yang gak ada bobotnya sama sekali, sekali lagii, sangat tidak berbobot. Sekali lagi … Tidak berbobot !!! Na’udzubillah ..
Alhamduliilah paragraph pembuka selesai juga … *cerdaass !!! hehehhe…
Oke, buat para Ben’s Holic semua, aku pikir berbangga dan besar hati lah kalian bilamana kalian telah dikatakan bagian dari pada (BH) - Ben’ Holic- karena dalam setiap-setiap tulisanku kalianlah inspiratornya. Oke para BH-Beha ku… (hihihi – tawa penuh kenistaan) episode tulisanku kali ini, aku akan memberikan sedikit jurus-jurus keren tentang bagaimana caranya untuk menjadi insan yang kreatif dan berkarakter .
## Ni poto si bens pas lagi culun-culunnya yang diunggah pada tahun 2008. Siapa sangka tampang budak tak berdosa seperti ini pecinta "ngupil pakai ujung garpu".
Kreatif itu adalah harga mati buat para BH, karena dengan kreatif tentunya para BH tidak dapat di sejajarkan dengan komunitas friend’s fans club yang lainnya. Berikut aku akan kasi rahasianya :
1. Lakukan sesuatu yang beda !
Melakkan satu kerjaan yang sama setiap hariya dengan pola yang itu-itu saja akan membuat kita jenuh. Orang yang ingin meningkatkan kreativitasnya harus berani mengerjakan hal-hal yang belum pernah atau jarang ia lakukan sebelumnya. Misalnya kamu selama ini hobinya suka ngupil pakai sendok makan, coba cari cara lain yang beda, misalnya mengganti sendok makan dengan cukur ketek, atau dengan monitor computer pasti akan menghasilkan sensasi yang tak pernah kamu rasakan sebelumnya.
2. Komunikasi Dengan Banyak Orang.
Apa hubungannya komunikasi dengan kreatifitas ? Komunikasi sering memunculkan ide-ide yang gak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Terdengar simpel namun efektif. Banyak orang yang dengan sukarela mau menularkan pengetahuan dan pandangannya terhadap suatu hal jika kamu bertanya dengan sopan. Bergabunglah dengan suatu komunitas dan berkomunikasilah kepada secara aktif, maka kamu akan menemukan banyak ide dan peluang di situ. Misalnya kamu sering komunikasi sama anak-anak balita yang baru pinter ngomong, dan akhirnya melahirkan kalimat-kalimat sohor yang sering dilontarkan anak jaman kebanyakan seperti (maaf*) // ayo.. sama-sama istigfar dulu sebelum mengucapkan dan mendengar kalimat ini, “Ciyuus ?? Miapah?”
3. Banyak Baca.
Yuup, kalau ada istilah uzur yang bilang buku itu jendela dunia, memang bener, dan ada satu fakta lagi yg bilang kalau Mbah Google itu dukun pengetahuan terbaik se-jagat raya.
Gimana mau dapat referensi dan jadi orang yang pengetahuannya luas kalau kamu males baca bener gak ?? Misal kamu nginap di hotel bintang, namnya juga hotel mahal pasti semua peralatan mandi yg ada gak’ kaya mandi di pinggir sungai, pas di mau mandi kamunya males bacca, obat kumur” yg dikira sampo di kucek ke rambut dan hasil nya secara tralala rambut kamu akan berubah membahana menjadi indomi rebus. (cerita pengalaman hehehe… )
4. Tantang Dirimu Sendiri.
Jangan pernah berpikir untuk mengerjakan hal-hal yang itu saja setiap hari kita lakukan, kreatifitas juga butuh tantangan, jadikan tantangan itu sebagai pemicu dan motifasi untuk kamu. Misal kamu berada digedung bertingkat di ketinggian sembilan belas lantai coba tantang dirimu melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya bahkan seumur hidupmu. Misalnya dengan …… (saya tak menyarankan anda untuk lompat, dan jika itu memang terjadi dan anda lakukan anda telah menantang MAUT ) huehehehe….
5. Amati Sesuatu yang Dikerjakan Orang Lain.
Keatifitas juga dapat dilakukan dengan mengamati apa yang dikerjakan orang lain, dari situlah kamu bisa mendapatkan ide-ide inspiratif untuk melahirkan karya-karyamu sendiri. Misal kamu mengamati pekerjaan tukang las, mungkin dari situ kamu akan berfikir untuk mencoba membuat usaha las kapal selam yang bocor dengan menggunakan bahan bakar ramah energy yakni bio jamur upil.
6. Tuliskan apa yang ada dipikiranmu.
Nah, ini mungkin bisa menjadikan tips untuk kamu, saya biasanya suka bawa catatan berupa note book dan pulpen kemanapun kamu pergi, karena ide bisa muncul kapan saja saat kamu melihat dan mendengar sesuatu. Karna ide adalah pondasi untuk melakukan seusatu. Si Ben’s sering mencatat segala sesuatu yang dipikirkannya didalam hape cina busuknya, contoh status-status di facebooknya adalah rangkaian dari onani pikirannya yang mengerucut kepada bahasa-bahasa goblok yang membuat banyak orang terlena oleh tingkah o’on nya…
Bersambung …
## ada manusia item yang lagi pose di monas terus rambutnya macam super saiia gitu (kaya' film dragon ballz). Dok. Foto 2010.
*** Tertawailah kebodohanmu untuk orang lain, karena kebodohan untuk dishared dan ditertawakan, dan menjadi hiburan bagi orang lain ... (P oi Ben's)
Sangat tidak adil memang jika nama PoiB.Chan (Perdana Oi Ben’s Chaniago) di sejajarkan dengan mereka, dengan mutu tulisan yang gak ada bobotnya sama sekali, sekali lagii, sangat tidak berbobot. Sekali lagi … Tidak berbobot !!! Na’udzubillah ..
Alhamduliilah paragraph pembuka selesai juga … *cerdaass !!! hehehhe…
Oke, buat para Ben’s Holic semua, aku pikir berbangga dan besar hati lah kalian bilamana kalian telah dikatakan bagian dari pada (BH) - Ben’ Holic- karena dalam setiap-setiap tulisanku kalianlah inspiratornya. Oke para BH-Beha ku… (hihihi – tawa penuh kenistaan) episode tulisanku kali ini, aku akan memberikan sedikit jurus-jurus keren tentang bagaimana caranya untuk menjadi insan yang kreatif dan berkarakter .
## Ni poto si bens pas lagi culun-culunnya yang diunggah pada tahun 2008. Siapa sangka tampang budak tak berdosa seperti ini pecinta "ngupil pakai ujung garpu".
Kreatif itu adalah harga mati buat para BH, karena dengan kreatif tentunya para BH tidak dapat di sejajarkan dengan komunitas friend’s fans club yang lainnya. Berikut aku akan kasi rahasianya :
1. Lakukan sesuatu yang beda !
Melakkan satu kerjaan yang sama setiap hariya dengan pola yang itu-itu saja akan membuat kita jenuh. Orang yang ingin meningkatkan kreativitasnya harus berani mengerjakan hal-hal yang belum pernah atau jarang ia lakukan sebelumnya. Misalnya kamu selama ini hobinya suka ngupil pakai sendok makan, coba cari cara lain yang beda, misalnya mengganti sendok makan dengan cukur ketek, atau dengan monitor computer pasti akan menghasilkan sensasi yang tak pernah kamu rasakan sebelumnya.
2. Komunikasi Dengan Banyak Orang.
Apa hubungannya komunikasi dengan kreatifitas ? Komunikasi sering memunculkan ide-ide yang gak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Terdengar simpel namun efektif. Banyak orang yang dengan sukarela mau menularkan pengetahuan dan pandangannya terhadap suatu hal jika kamu bertanya dengan sopan. Bergabunglah dengan suatu komunitas dan berkomunikasilah kepada secara aktif, maka kamu akan menemukan banyak ide dan peluang di situ. Misalnya kamu sering komunikasi sama anak-anak balita yang baru pinter ngomong, dan akhirnya melahirkan kalimat-kalimat sohor yang sering dilontarkan anak jaman kebanyakan seperti (maaf*) // ayo.. sama-sama istigfar dulu sebelum mengucapkan dan mendengar kalimat ini, “Ciyuus ?? Miapah?”
3. Banyak Baca.
Yuup, kalau ada istilah uzur yang bilang buku itu jendela dunia, memang bener, dan ada satu fakta lagi yg bilang kalau Mbah Google itu dukun pengetahuan terbaik se-jagat raya.
Gimana mau dapat referensi dan jadi orang yang pengetahuannya luas kalau kamu males baca bener gak ?? Misal kamu nginap di hotel bintang, namnya juga hotel mahal pasti semua peralatan mandi yg ada gak’ kaya mandi di pinggir sungai, pas di mau mandi kamunya males bacca, obat kumur” yg dikira sampo di kucek ke rambut dan hasil nya secara tralala rambut kamu akan berubah membahana menjadi indomi rebus. (cerita pengalaman hehehe… )
4. Tantang Dirimu Sendiri.
Jangan pernah berpikir untuk mengerjakan hal-hal yang itu saja setiap hari kita lakukan, kreatifitas juga butuh tantangan, jadikan tantangan itu sebagai pemicu dan motifasi untuk kamu. Misal kamu berada digedung bertingkat di ketinggian sembilan belas lantai coba tantang dirimu melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya bahkan seumur hidupmu. Misalnya dengan …… (saya tak menyarankan anda untuk lompat, dan jika itu memang terjadi dan anda lakukan anda telah menantang MAUT ) huehehehe….
5. Amati Sesuatu yang Dikerjakan Orang Lain.
Keatifitas juga dapat dilakukan dengan mengamati apa yang dikerjakan orang lain, dari situlah kamu bisa mendapatkan ide-ide inspiratif untuk melahirkan karya-karyamu sendiri. Misal kamu mengamati pekerjaan tukang las, mungkin dari situ kamu akan berfikir untuk mencoba membuat usaha las kapal selam yang bocor dengan menggunakan bahan bakar ramah energy yakni bio jamur upil.
6. Tuliskan apa yang ada dipikiranmu.
Nah, ini mungkin bisa menjadikan tips untuk kamu, saya biasanya suka bawa catatan berupa note book dan pulpen kemanapun kamu pergi, karena ide bisa muncul kapan saja saat kamu melihat dan mendengar sesuatu. Karna ide adalah pondasi untuk melakukan seusatu. Si Ben’s sering mencatat segala sesuatu yang dipikirkannya didalam hape cina busuknya, contoh status-status di facebooknya adalah rangkaian dari onani pikirannya yang mengerucut kepada bahasa-bahasa goblok yang membuat banyak orang terlena oleh tingkah o’on nya…
Bersambung …
## ada manusia item yang lagi pose di monas terus rambutnya macam super saiia gitu (kaya' film dragon ballz). Dok. Foto 2010.
*** Tertawailah kebodohanmu untuk orang lain, karena kebodohan untuk dishared dan ditertawakan, dan menjadi hiburan bagi orang lain ... (P oi Ben's)
Posted in: Hoiyamaak...Jumat, 16 November 2012
Senyum Mahal Ibu di Prosesi Wes Udah... ?
Pagi ini adalah moment yang pastinya tidak akan bisa aku lupakan seumur hidupku. Bagaimana tidak, kamar kosku ramai tak seperti biasanya, hari ini begitu special kawan, karena aku kedatangan kedua orangtuaku bersama ke dua adikku yang masih kecil, mereka sengaja harus berangkat jam 4 jam lebih awal dari kampungku untuk melihat putra kebanggaan mereka memperoleh gelar akademisinya setelah kurang lebih 4 tahun bergelut dalam dunia pendidikan yang maha. Tepat pukul 08.00 pagi ini, aku bersama sekitar 400 mahasiswa dari jurusan kami akan di wisuda.
Ayah kelihatannya tampak lebih cerah dan berwibawa dengan kemeja batik kusam yang selalu ia pakai disetiap hari Raya Id, Ibu ku tak mau kalah, aku tak habis pikir bagaimana Ibuku memakai baju kebaya terbaiknya dan harus menggendong kedua adikku ini dalam sepeda motor butut dengan perjalanannya dari kampung, pengorbanan mereka hari ini menempuh jalan ratusan kilometer dari kampung untuk melihat aku memakai topi toga, menjadi pematik semangat untuk berangkat ke aula kampus tempat di mana prosesi sakral itu akan dilaksanakan.
Pukul 07.15 kedua orang tuaku telah memasuki tempat acara wisuda, padahal telah jelas dalam undagan acara baru akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Mereka pasti telah berspekulasi untuk bisa mendapatkan posisi duduk paling depan untuk acara yang luar biasa ini.
Wajah sumringah rekan-rekan sekampusku terlihat puas dan penuh kemenangan, ketika mereka memboyong kedua orang tua mereka masuk ke dalam aula. Lima menit lagi acara akan dimulai, akan tetapi entah kenapa langkahku berat untuk melangkahkan kaki masuk kedalam Aula ini, padahal aku mengetahui kedua orang tuaku telah duduk dibangku terdepan hanya untuk melndengar nama anak kebanggan mereka dipanggil.
Aku tak tahu apa yang terjadi dalam batinku, tiba-tiba gejolak dan perang didalam jiwa tentang apa yang aku perbuat sebelumnya. Aku semakin pitam ditengah ramainya susasana di sekitar aula, padahal acara telah berlangsung 5 menit. Hingga pada akhirnya aku masuk aula dan mencari bangku.
Aku duduk di barisan belakang dideretan antara wisudawan yang lainnya. Disebelah kanan dideretan bangku para orang tua duduklah kedua suami istri yang usianya telah lanjut, aku tak mengenal siapa wisudawan dari kedua orang tua ini, aku paham dibenak mereka sekarang adalah moment ini hanya akan mereka saksikan sekali dalam seumur hidup, menyaksikan anak kebanggaanya yang mendapat gelar sarjana. Semenara itu aku melihat dari depan kedua orang tuaku yang duduk dengan pandangan liar, mungkin mereka sedang mencari-cari dimana posisi dudukku.
Aku jadi teringat sekitar 3 bulan yang lalu, ketika pulang kekampung dan meminta uang dari kedua orangtuaku dengan jumlah yang lumayan hingga belakangan ku ketahui dari adikku Ibu harus menjual cicin emas pernikahannya yang telah ia simpan selama hampir setengah abad demi mencukupi keperluan akhir kuliahku. Enah mengapa rasanya saat itu aku merasa tak berdosa memindahkan jutaan rupiah dari tangan ibuku kepada seseorang yang bagiku adalah “malaikat” untuk membayar hasil skripsi yang ia kerjakan. Aku membeli skripsi, bagi sebagian orang, memang ini bukan hal yang tabu lagi dan hasil dari semua itu aku dapatkan hari ini.
Acara wisuda masih berlanjut dan aku masih menunggu protokoler memanggil namaku. Tak sadar air mata meleleh, aku tak percaya apa yang kulakukan hari ini kepada kedua orang tuaku. Mereka rela datang dari kampung untuk menyaksikan anak kebanggaannya yang mendapat gelar sarjana, dengan bukan hasil dan kerja kerasku, melainkan dengan kebodohan dan kemunafikan terhadap diriku sendiri. Rasanya aku sanggup untuk maju ke podium ketika rektor menyematkan selempang dan memindahkan tali topi toga yang aku kenakan. Senyum kegembiraan kedua orangtuaku membuat aku semakin menyesali dan meratapi betapa aku benar-benar merasa bodoh dan bersalah terhadap mereka.
Aku naik, ke atas podium, sekali lagi kulawan rasa gelisah hati ini yang telah terlanjur menyakiti hati orang tuaku meski mereka tak mengerti dan tak mengetahuinya tentang apa yang aku lakukan terhadap mereka. Kubiarkan rektor memnyematkan selempang dan memberikan selamat kepadaku, sementara itu aku tak berani menoleh kebelakang untuk melihat senyum kedua orangtuaku. Air mataku meleleh tak terbendung lagi.
Selesai penyematan aku keluar aula sementara itu air mataku tetap meleleh, beberapa orang heran dengan tingkah lakuku, aku ingin menyendiri sampai akhir acara ini selesai untuk menenangkan diri. Dalam penyendirian dari suasana haru dan hiruk pikuknya acara wisuda aku terus merenung dan menyesali apa yang aku lakukan.
Prosesi wisuda berakhir, acara selesai, dengan rasa penuh penyesalan ku terobos kerumunan tamu dan undangan untuk mencari kedua orang tuaku, hingga aku menemukan mereka, rasa penyesalan dan bersalahku tak terbendung lagi, air mata dan sesak di dada ini terus berkecamuk dalam diriku. Begitu aku temukan kedua orang tuaku, aku peluk erat mereka berdua, aku tak perduli dengan keadaan sekelilingku, aku merasa bersalah terhadap mereka dengan membayar senyum dan kebanggan mereka hari ini dengan membohongi mereka. Ayah dan Ibuku bingung dengan tingkahku hari ini. Aku terisak-isak menangis dan memeluk erat sosok renta Ibu dengan berulang-ulang mengucapkan rasa penyesalannku terhadap mereka. Pandangankupun gelap hingga aku tak sadarkan diri…
Ayah kelihatannya tampak lebih cerah dan berwibawa dengan kemeja batik kusam yang selalu ia pakai disetiap hari Raya Id, Ibu ku tak mau kalah, aku tak habis pikir bagaimana Ibuku memakai baju kebaya terbaiknya dan harus menggendong kedua adikku ini dalam sepeda motor butut dengan perjalanannya dari kampung, pengorbanan mereka hari ini menempuh jalan ratusan kilometer dari kampung untuk melihat aku memakai topi toga, menjadi pematik semangat untuk berangkat ke aula kampus tempat di mana prosesi sakral itu akan dilaksanakan.
Pukul 07.15 kedua orang tuaku telah memasuki tempat acara wisuda, padahal telah jelas dalam undagan acara baru akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Mereka pasti telah berspekulasi untuk bisa mendapatkan posisi duduk paling depan untuk acara yang luar biasa ini.
Wajah sumringah rekan-rekan sekampusku terlihat puas dan penuh kemenangan, ketika mereka memboyong kedua orang tua mereka masuk ke dalam aula. Lima menit lagi acara akan dimulai, akan tetapi entah kenapa langkahku berat untuk melangkahkan kaki masuk kedalam Aula ini, padahal aku mengetahui kedua orang tuaku telah duduk dibangku terdepan hanya untuk melndengar nama anak kebanggan mereka dipanggil.
Aku tak tahu apa yang terjadi dalam batinku, tiba-tiba gejolak dan perang didalam jiwa tentang apa yang aku perbuat sebelumnya. Aku semakin pitam ditengah ramainya susasana di sekitar aula, padahal acara telah berlangsung 5 menit. Hingga pada akhirnya aku masuk aula dan mencari bangku.
Aku duduk di barisan belakang dideretan antara wisudawan yang lainnya. Disebelah kanan dideretan bangku para orang tua duduklah kedua suami istri yang usianya telah lanjut, aku tak mengenal siapa wisudawan dari kedua orang tua ini, aku paham dibenak mereka sekarang adalah moment ini hanya akan mereka saksikan sekali dalam seumur hidup, menyaksikan anak kebanggaanya yang mendapat gelar sarjana. Semenara itu aku melihat dari depan kedua orang tuaku yang duduk dengan pandangan liar, mungkin mereka sedang mencari-cari dimana posisi dudukku.
Aku jadi teringat sekitar 3 bulan yang lalu, ketika pulang kekampung dan meminta uang dari kedua orangtuaku dengan jumlah yang lumayan hingga belakangan ku ketahui dari adikku Ibu harus menjual cicin emas pernikahannya yang telah ia simpan selama hampir setengah abad demi mencukupi keperluan akhir kuliahku. Enah mengapa rasanya saat itu aku merasa tak berdosa memindahkan jutaan rupiah dari tangan ibuku kepada seseorang yang bagiku adalah “malaikat” untuk membayar hasil skripsi yang ia kerjakan. Aku membeli skripsi, bagi sebagian orang, memang ini bukan hal yang tabu lagi dan hasil dari semua itu aku dapatkan hari ini.
Acara wisuda masih berlanjut dan aku masih menunggu protokoler memanggil namaku. Tak sadar air mata meleleh, aku tak percaya apa yang kulakukan hari ini kepada kedua orang tuaku. Mereka rela datang dari kampung untuk menyaksikan anak kebanggaannya yang mendapat gelar sarjana, dengan bukan hasil dan kerja kerasku, melainkan dengan kebodohan dan kemunafikan terhadap diriku sendiri. Rasanya aku sanggup untuk maju ke podium ketika rektor menyematkan selempang dan memindahkan tali topi toga yang aku kenakan. Senyum kegembiraan kedua orangtuaku membuat aku semakin menyesali dan meratapi betapa aku benar-benar merasa bodoh dan bersalah terhadap mereka.
Aku naik, ke atas podium, sekali lagi kulawan rasa gelisah hati ini yang telah terlanjur menyakiti hati orang tuaku meski mereka tak mengerti dan tak mengetahuinya tentang apa yang aku lakukan terhadap mereka. Kubiarkan rektor memnyematkan selempang dan memberikan selamat kepadaku, sementara itu aku tak berani menoleh kebelakang untuk melihat senyum kedua orangtuaku. Air mataku meleleh tak terbendung lagi.
Selesai penyematan aku keluar aula sementara itu air mataku tetap meleleh, beberapa orang heran dengan tingkah lakuku, aku ingin menyendiri sampai akhir acara ini selesai untuk menenangkan diri. Dalam penyendirian dari suasana haru dan hiruk pikuknya acara wisuda aku terus merenung dan menyesali apa yang aku lakukan.
Prosesi wisuda berakhir, acara selesai, dengan rasa penuh penyesalan ku terobos kerumunan tamu dan undangan untuk mencari kedua orang tuaku, hingga aku menemukan mereka, rasa penyesalan dan bersalahku tak terbendung lagi, air mata dan sesak di dada ini terus berkecamuk dalam diriku. Begitu aku temukan kedua orang tuaku, aku peluk erat mereka berdua, aku tak perduli dengan keadaan sekelilingku, aku merasa bersalah terhadap mereka dengan membayar senyum dan kebanggan mereka hari ini dengan membohongi mereka. Ayah dan Ibuku bingung dengan tingkahku hari ini. Aku terisak-isak menangis dan memeluk erat sosok renta Ibu dengan berulang-ulang mengucapkan rasa penyesalannku terhadap mereka. Pandangankupun gelap hingga aku tak sadarkan diri…
Posted in: non fiksi ideaRabu, 31 Oktober 2012
Hoiyamaak... [Galau-Mild]
HOIYAMAAK…
Emang bener, nulis itu ga bisa di paksaain, walaupun ide buat nulis itu udah ada, tapi mesti nulis itu mesti dilakukan dengan hati yang tenang, jiwa yang bersih, kesehatan yang prima, dan persiapan yang matang supaya berangkat haji bisa menjadi haji yang mabrur. Hoiyamaak… udah larii kan tulisannya ? hmm,,, udah ku bilang nulis tu gak bisa di paksain, apalagi penulis yg masih amatiran macam aku ini…
Apa yah yang mau ku cakapkan di episode kali ini? Karena aku yakin para bens_holic (sebutan untuk penggemar Perdana Oi Ben’s) udah banyak yang menanti-nanti kelanjutan tulisan basalemak-ku yang tralala ini… Hoiyamaak !!!
*** hening …
Hah, iya cerita tentang dunia per-galau-an yang makin merajalela, aku pikir wajib untuk dibahas dan menjadi trend topik kita. Sebenarnya, apa, siapa, dimana, dan kapan bahasa galau ini di pakai ? Oke dalam tulisan kali ini aku akan cobak sok professional dulu, ( apa cobak ulangin ?) sok professional (tungkiik !!) dalam tulisan kali ini aku akan cobak sok professional dulu melampirkan beberapa referensi tentang arti dari pada galau …
Diskusi ke rumah si om Wikipedia galau itu berarti ramai; kacau tidak karuan.
Nanyak sama mbah google dia bilang galau itu… kondisi di mana kita ragu disaat masa yang akan datang.
Nanyak sama anak alay,mereka bilang G4l4u itoee.. “ Ciyus ?” “ Mi’apaah?”
( #Huiih mak jangg… sini biar ku tunjang muncung mu ! )
Pernah la kan woi suatu ketika cerita … ada temanku sebut saja namanya si Panjul, jadi ceritanya dia pulang kuliah, jadi pas jalan pulang kerumah kos-kosan nya yang melewati satu gang sempit dia ngeliat ada 2 bijik gumpalan (gumpalan? Udah kya’ upiil aja ) gadis remaja yang masih SMP kira-kira kelas 8, nangis” di pinggir jalan, karena berpapasan si Panjul ini nayak kepada temannya anak SMP tadi yang lagi nangis itu, di pikirnya ntah habis di rampok atau gimana la gitu…
“kenapa kawan mu itu dek, kok nangis dia” tanyak Si Panjul penasaran.
“ Biasa bang … GALAUU tadi dia baru diputusin cowoknya” balas si anak SMP polos.
“ Hoiyamaakk… Anjriit… anjriit…. “ Ucap si Panjul dalam hati, yg di ikuti dengan salto-salto sambil bilang WAOOW !!
Semua orang jelas pernah galau, defenisi galau sebenarnya bisa juga diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita ragu, bingung, akan suatu hal yang tidak juga mendapatkan kejelasan lalu terus berkutat dalam lingkar kebingungan itu. Dalam pelampiasannya galau lebih banyak diekspresikan dengan kalimat-kalimat yang beretorika dengan gaya bahasa yang ohh… nirwana di jejaring sosial, misalnya facebook.
Semisal ni ada kutipan stats galau yg tralala gitu di facebook yg di ambil dari stats tetangga …
Bidadari Manisku, Tunjukkanlah kepadaku ...
Bagaimanakah caranya diriku mencintaimu...
Rindu Tebal, jika saja ....
Tapi... Au Akhh Gelap ....
Andai saja.. Owh Nirwana ..
Ni ada jugak yang sok nge-Inggris” gitu biar terlihat keren kegalauannya…
Thinking about you,
I have been trying to keep your attention,
but you do not know if I really need you here.
(*Kyaknya kalo para likers Bens_Holic Sejati pasti pernah baca stats siapa) huehehehe…. Kejebak deh…
Semua orang pasti pernah galau, cuman porsinya aja yg mungkin beda-beda, missal galaunya nenek-nenek yang tiap hari mikirin umurnya makin dikit, galaunya para tukang becak yg ga dapat setoran, galaunya mamak kita yang mikirin anaknya udah lima tahun di kirimin uang kuliah kok gak tamat-tamat, galaunya para pejabat tinggi di Polri yang kecium sama KPK karena ketauan korupsi pengadaan permainan semacam time-zone simulator mobil dan motor untuk SIM di polantas, macam-macam lah…
Galau itu manusiawi … makanya ga’ ada binatang yang kena syndrome galau.
Emang terdengar abstrak, akan tetapi jika galau terus diartikan hanya berkutat pada permasalahan yang muter tanpa pemecahannya, maka selamanya lah akan terjebak dan tidak bisa keluar dari yang namanya galau.
Kalau bahasa kerennya GALAU itu God Always Listening Always Understanding yg ditranslate kan berarti Tuhan selalu mendengar dan memahami. Jangan takut untuk memikirkan jalan keluar dari penyebab galau, untuk menentukan pilihan akan apa yang harus kita lakukan atas ketidakjelasan itu, dan berlari untuk benar-benar lepas dari lingkar kegalauan. Sering-seringlah curhat sama Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Berikut aku akan coba kasi tips untuk meminimalisir tingkat kegalauan. Tips ini sejenis permainan yang bernama Permainan Lontar Biji Jeruk Degan Hidung atau disingkat ( PLBJDH ). Nah untuk memainkannya anda bisa menyiapkan beberapa perlengkapan-perlengkapan dibawah ini.
1.Siapkan sebuah penggaris panjang yang memiliki satuan cm, bisa juga alat meteran yg biasa dipakai tukang bangunan.
2.Siapkan pena dan secarik kertas.
3.Siapkan beberapa biji jeruk (ingat biji jeruk bukan buah jeruknya )
4.Siapkan hidung anda, dan pastikan kalau hidung anda tidak terkena pilek, atau flu. Semakin besar lobang hidung anda maka akan semakin besar juga pelung anda untuk menang.
-Cara bermain : permainan dilakukan dengan cara one by one, atau berjamaah ajak teman anda untuk memainkan permainan ini, dengan cara memasukkan biji jeruk ke dalam lobang hidung (inget jangan sampai terlalu dalam), setelah itu tembak-kan biji jeruk yang anda letakkan di dalam lobang idung tadi dengan tekanan dan lontaran sejauh-jauhnya seperti gerakan membuang “ingusy” setelah teman anda melakukan hal yang sama hitung dan catat seberapa jauh panjang lontaran biji jeruk tadi dari lobang hidung anda dengan menggunakan penggaris, yang paling jauh dialah pemenangnya.
-Tips : INGAT !! biji jeruk tadi tidak dapat diganti dengan biji salak, apalagi buah duren, gak boleh.. !! pokoknya gak boleeh !!! Hoiyamaak …. !!!
Intinya, Galau adalah cerita, Ya Galau adalah kebiasaan seseorang yang sering dan suka banget bercerita kepada siapa saja dan dimana saja, yang tujuannya agar semua orang tahu apa yang sedang terjadi apa dirinya. Bagaimanapun galau itu manusiawi, bukan berarti galau itu bisa menutup dan mengkerdilkan pikiran kita untuk keluar dari satu permasalahan.
Akhir kata tulisan ini akan saya tutup dengan satu quotes yang bermakna “ Hoiiyamaakk sekali… “, kira-kira seperti ini bunyinya …
“ Ketika satu pintu tertutup, maka pintu yang lain akan terbuka, akan tetapi kita terlalu menyesali dan meratapi pintu yang tertutup itu hingga tak menyadari pintu yang lain telah terbuka”
(Perdana Oi Ben’s)
Emang bener, nulis itu ga bisa di paksaain, walaupun ide buat nulis itu udah ada, tapi mesti nulis itu mesti dilakukan dengan hati yang tenang, jiwa yang bersih, kesehatan yang prima, dan persiapan yang matang supaya berangkat haji bisa menjadi haji yang mabrur. Hoiyamaak… udah larii kan tulisannya ? hmm,,, udah ku bilang nulis tu gak bisa di paksain, apalagi penulis yg masih amatiran macam aku ini…
Apa yah yang mau ku cakapkan di episode kali ini? Karena aku yakin para bens_holic (sebutan untuk penggemar Perdana Oi Ben’s) udah banyak yang menanti-nanti kelanjutan tulisan basalemak-ku yang tralala ini… Hoiyamaak !!!
*** hening …
Hah, iya cerita tentang dunia per-galau-an yang makin merajalela, aku pikir wajib untuk dibahas dan menjadi trend topik kita. Sebenarnya, apa, siapa, dimana, dan kapan bahasa galau ini di pakai ? Oke dalam tulisan kali ini aku akan cobak sok professional dulu, ( apa cobak ulangin ?) sok professional (tungkiik !!) dalam tulisan kali ini aku akan cobak sok professional dulu melampirkan beberapa referensi tentang arti dari pada galau …
Diskusi ke rumah si om Wikipedia galau itu berarti ramai; kacau tidak karuan.
Nanyak sama mbah google dia bilang galau itu… kondisi di mana kita ragu disaat masa yang akan datang.
Nanyak sama anak alay,mereka bilang G4l4u itoee.. “ Ciyus ?” “ Mi’apaah?”
( #Huiih mak jangg… sini biar ku tunjang muncung mu ! )
Pernah la kan woi suatu ketika cerita … ada temanku sebut saja namanya si Panjul, jadi ceritanya dia pulang kuliah, jadi pas jalan pulang kerumah kos-kosan nya yang melewati satu gang sempit dia ngeliat ada 2 bijik gumpalan (gumpalan? Udah kya’ upiil aja ) gadis remaja yang masih SMP kira-kira kelas 8, nangis” di pinggir jalan, karena berpapasan si Panjul ini nayak kepada temannya anak SMP tadi yang lagi nangis itu, di pikirnya ntah habis di rampok atau gimana la gitu…
“kenapa kawan mu itu dek, kok nangis dia” tanyak Si Panjul penasaran.
“ Biasa bang … GALAUU tadi dia baru diputusin cowoknya” balas si anak SMP polos.
“ Hoiyamaakk… Anjriit… anjriit…. “ Ucap si Panjul dalam hati, yg di ikuti dengan salto-salto sambil bilang WAOOW !!
Semua orang jelas pernah galau, defenisi galau sebenarnya bisa juga diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita ragu, bingung, akan suatu hal yang tidak juga mendapatkan kejelasan lalu terus berkutat dalam lingkar kebingungan itu. Dalam pelampiasannya galau lebih banyak diekspresikan dengan kalimat-kalimat yang beretorika dengan gaya bahasa yang ohh… nirwana di jejaring sosial, misalnya facebook.
Semisal ni ada kutipan stats galau yg tralala gitu di facebook yg di ambil dari stats tetangga …
Bidadari Manisku, Tunjukkanlah kepadaku ...
Bagaimanakah caranya diriku mencintaimu...
Rindu Tebal, jika saja ....
Tapi... Au Akhh Gelap ....
Andai saja.. Owh Nirwana ..
Ni ada jugak yang sok nge-Inggris” gitu biar terlihat keren kegalauannya…
Thinking about you,
I have been trying to keep your attention,
but you do not know if I really need you here.
(*Kyaknya kalo para likers Bens_Holic Sejati pasti pernah baca stats siapa) huehehehe…. Kejebak deh…
Semua orang pasti pernah galau, cuman porsinya aja yg mungkin beda-beda, missal galaunya nenek-nenek yang tiap hari mikirin umurnya makin dikit, galaunya para tukang becak yg ga dapat setoran, galaunya mamak kita yang mikirin anaknya udah lima tahun di kirimin uang kuliah kok gak tamat-tamat, galaunya para pejabat tinggi di Polri yang kecium sama KPK karena ketauan korupsi pengadaan permainan semacam time-zone simulator mobil dan motor untuk SIM di polantas, macam-macam lah…
Galau itu manusiawi … makanya ga’ ada binatang yang kena syndrome galau.
Emang terdengar abstrak, akan tetapi jika galau terus diartikan hanya berkutat pada permasalahan yang muter tanpa pemecahannya, maka selamanya lah akan terjebak dan tidak bisa keluar dari yang namanya galau.
Kalau bahasa kerennya GALAU itu God Always Listening Always Understanding yg ditranslate kan berarti Tuhan selalu mendengar dan memahami. Jangan takut untuk memikirkan jalan keluar dari penyebab galau, untuk menentukan pilihan akan apa yang harus kita lakukan atas ketidakjelasan itu, dan berlari untuk benar-benar lepas dari lingkar kegalauan. Sering-seringlah curhat sama Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Berikut aku akan coba kasi tips untuk meminimalisir tingkat kegalauan. Tips ini sejenis permainan yang bernama Permainan Lontar Biji Jeruk Degan Hidung atau disingkat ( PLBJDH ). Nah untuk memainkannya anda bisa menyiapkan beberapa perlengkapan-perlengkapan dibawah ini.
1.Siapkan sebuah penggaris panjang yang memiliki satuan cm, bisa juga alat meteran yg biasa dipakai tukang bangunan.
2.Siapkan pena dan secarik kertas.
3.Siapkan beberapa biji jeruk (ingat biji jeruk bukan buah jeruknya )
4.Siapkan hidung anda, dan pastikan kalau hidung anda tidak terkena pilek, atau flu. Semakin besar lobang hidung anda maka akan semakin besar juga pelung anda untuk menang.
-Cara bermain : permainan dilakukan dengan cara one by one, atau berjamaah ajak teman anda untuk memainkan permainan ini, dengan cara memasukkan biji jeruk ke dalam lobang hidung (inget jangan sampai terlalu dalam), setelah itu tembak-kan biji jeruk yang anda letakkan di dalam lobang idung tadi dengan tekanan dan lontaran sejauh-jauhnya seperti gerakan membuang “ingusy” setelah teman anda melakukan hal yang sama hitung dan catat seberapa jauh panjang lontaran biji jeruk tadi dari lobang hidung anda dengan menggunakan penggaris, yang paling jauh dialah pemenangnya.
-Tips : INGAT !! biji jeruk tadi tidak dapat diganti dengan biji salak, apalagi buah duren, gak boleh.. !! pokoknya gak boleeh !!! Hoiyamaak …. !!!
Intinya, Galau adalah cerita, Ya Galau adalah kebiasaan seseorang yang sering dan suka banget bercerita kepada siapa saja dan dimana saja, yang tujuannya agar semua orang tahu apa yang sedang terjadi apa dirinya. Bagaimanapun galau itu manusiawi, bukan berarti galau itu bisa menutup dan mengkerdilkan pikiran kita untuk keluar dari satu permasalahan.
Akhir kata tulisan ini akan saya tutup dengan satu quotes yang bermakna “ Hoiiyamaakk sekali… “, kira-kira seperti ini bunyinya …
“ Ketika satu pintu tertutup, maka pintu yang lain akan terbuka, akan tetapi kita terlalu menyesali dan meratapi pintu yang tertutup itu hingga tak menyadari pintu yang lain telah terbuka”
(Perdana Oi Ben’s)
Posted in: Hoiyamaak...Minggu, 30 September 2012
Nahan Boker
Pastinya kita semua pernah ngalamin kejadian dimana saat kita pengen ngomong sesuatu hal sama orang lain tapi di saat yang tidak pas. Mungkin maksud yang akan kita sampaikan ini baik, tetapi karena waktu penyampaiannya yang kurang pas, maksud yang disampaikan itu tadi tidak tepat pada sasarannya dan berakhir garing. Misal kita pengen nyampai-in ucapan selamat ultah sama pacar, tapi si ayang pas dia lagi asik”nya bersemedi di bilik termenung, bisa-bisa kita bakal di hadiahi hujan lele kuning karena mengganggu proses semedinya.
***
Suatu siang di ruang redaksi …
Hari ini dead line. Aku, pimred dan dua orang lainnya yang berada di ruang redaksi sedang asik sama kerjaan masing”plototin layar monitor. Hingga tiba” datang seseorang yang gak aku kenal sebelumnya( demi melindungi nama baik tujuh keturunan nama orang tersebut kita singkat nama si doi menjadi “SYGAKS”). Dia datang ke meja kerjanya pimred yang bersebelahan dengan mejaku. Pas kebetulan kita lagi makan siang di depan computer masing”.
“ Huah apa kabar pak pimred, sehat kan … “ Sambil Nyelonong masuk ke ruang redaksi dengan gaya sotoy-nya.
“ Huah … baek, dah makan kau ?” balas pimred sekenanya sambil ngunyah makan siang .
“Hah.. U.. Udah-udah pak lanjot lah… ” jawab si SYGAKS malu-malu lapar atau bahasa biologiya M2 L.
Hening…
Pimred dan kami bertiga masih asik makan sambil ngelanjutin kerjaan masing”.
Beberapa detik kemudian si SYGAKS, komentar lagi…
“ Hah tapi itu lah pak pimred, makan angin aja tadi di jalan … orang gak di tanyak pulak makan pakek apa tadi”. – jiah ni orang rupanya tadi tadi berharap balek nanyak makan pakek apa tadi ??.
Sementara itu, kami masih saja asik makan dengan binalnya.
Terus hening lagi…
“ Hah begini nya pak pimred , kek mana si polan- polan itu yang bla bla bla bla … “ Si SYGAKS menyampaikan maksud kedatangannya.
Pimred yang masih asik dengan kerjaannya sambil makan Cuma balas, “ Oh…, hemmm… “
Terus Hening lagi …
Sehabis makan pimred memecahkan keheningan.
“ Oo.. Ta.. (manggil asst. nya) tolong buatkan dulu Teh Manis … ! “
Si SYGAKS yang dari tadi melongo di samping mejanya pimred terjekejut, dan di sinilah insiden itu terjadi.
“ Oo.. tak usah pak, aku udah minum kok “. Balas SYGAKS tiba’’ nyeletuk .
“ Orang buat teh manisnya untuk aku kok ? “.
Spotan aku yang denger kejadian ini ngakak dalam ati sambil nahan boker.
Kemudian ..
Hening lagi…
Ga’ berapa lama si SYGAKS tadi cabut dari ruangan dengan perasaan dengan peluh dosa …
Langkah si SYGAKS tadi kuikuti dengan membelok menuju toilet sambil menahan boker, yang hampir berceceran.
***
Suatu siang di ruang redaksi …
Hari ini dead line. Aku, pimred dan dua orang lainnya yang berada di ruang redaksi sedang asik sama kerjaan masing”plototin layar monitor. Hingga tiba” datang seseorang yang gak aku kenal sebelumnya( demi melindungi nama baik tujuh keturunan nama orang tersebut kita singkat nama si doi menjadi “SYGAKS”). Dia datang ke meja kerjanya pimred yang bersebelahan dengan mejaku. Pas kebetulan kita lagi makan siang di depan computer masing”.
“ Huah apa kabar pak pimred, sehat kan … “ Sambil Nyelonong masuk ke ruang redaksi dengan gaya sotoy-nya.
“ Huah … baek, dah makan kau ?” balas pimred sekenanya sambil ngunyah makan siang .
“Hah.. U.. Udah-udah pak lanjot lah… ” jawab si SYGAKS malu-malu lapar atau bahasa biologiya M2 L.
Hening…
Pimred dan kami bertiga masih asik makan sambil ngelanjutin kerjaan masing”.
Beberapa detik kemudian si SYGAKS, komentar lagi…
“ Hah tapi itu lah pak pimred, makan angin aja tadi di jalan … orang gak di tanyak pulak makan pakek apa tadi”. – jiah ni orang rupanya tadi tadi berharap balek nanyak makan pakek apa tadi ??.
Sementara itu, kami masih saja asik makan dengan binalnya.
Terus hening lagi…
“ Hah begini nya pak pimred , kek mana si polan- polan itu yang bla bla bla bla … “ Si SYGAKS menyampaikan maksud kedatangannya.
Pimred yang masih asik dengan kerjaannya sambil makan Cuma balas, “ Oh…, hemmm… “
Terus Hening lagi …
Sehabis makan pimred memecahkan keheningan.
“ Oo.. Ta.. (manggil asst. nya) tolong buatkan dulu Teh Manis … ! “
Si SYGAKS yang dari tadi melongo di samping mejanya pimred terjekejut, dan di sinilah insiden itu terjadi.
“ Oo.. tak usah pak, aku udah minum kok “. Balas SYGAKS tiba’’ nyeletuk .
“ Orang buat teh manisnya untuk aku kok ? “.
Spotan aku yang denger kejadian ini ngakak dalam ati sambil nahan boker.
Kemudian ..
Hening lagi…
Ga’ berapa lama si SYGAKS tadi cabut dari ruangan dengan perasaan dengan peluh dosa …
Langkah si SYGAKS tadi kuikuti dengan membelok menuju toilet sambil menahan boker, yang hampir berceceran.
Posted in: non fiksi ideaSelasa, 18 September 2012
Mendaki Gunung ; Olahraga Tanpa Gelar Juara
Minggu ini adalah minggu terakhir pasca liburan lebaran, seperti anak” jaman kebanyakan, aku, dan tiga orang teman ku yang laen ada niatan untuk menutup masa pancaroba kami, ougghhh bukan bukan… maksudku masa liburan pasca lebaran ini dengan tujuan ke puncak sinabung, puncak gunung tertinggi di Sumatera Utara di bawah ketinggan 2463 Mdpl (meter dari permukaan laut).
Sebenarnya aku dan kawan-kawanku yang kami semuanya ada 5 ekor* (punya ekor di depan), tapi karena yang seekor lagi udah keburu masuk kerja jadilah kami berangkat berempat. Demi kelangsungan dan menjaga nama baik tujuh generasi mereka selanjutnya, ke empat ekor teman ku itu, maka nama mereka akan aku samarkan, karena mereka sering baca bloog ku ini, sebut saja mereka si Jenggot, Itam, Bedugul dan Donlot. Dan si Donlot gak bisa ikut dalam ekspedisi kami ini.
Malam itu kita yang pas lagi kumpul dengan agenda ngupil bareng pakek ujung sapu, di kos”an nya si Bedugul.
“ Kemana kita oi, beberapa hari lagi udah habis liburan lebaran? ” Itam membuka pembicaraan yang membuyarkan aksi ngupil berjamaah kami.
“ Iya niih, kapan kita kemana yok ? Masa’ liburan gini” aja … “ Jenggot menimpali.
“ Gimana kalo kita ndaki ke Gunung Sinabung aja. ” Susulku memberikan ide.
“ Sepakat bah !! Cocok kali itu ! “ Sambut Jenggot, Itam, dan Donlot dengan semangat.
Tapi cuma si Badugul yang diem aja, lantas aku bertanya lagi ke Badugul. “Woi gul, gimana ??”
“ Ke Sinabung yah “ balas si Badugul.
“Iyalah, sepakat gak kau ? “
“ Hah iya aku setuju” Ke Sinabungkan ? “
“ Iyah ! ” Balasku lagi.
“ Beneran ni kita mau ke Sinabung ? ” Si Badugul nyegir blo’on.
“ Iyalah… jamban! “ Balasku mulai jengkel.
Lalu, Badugul diem sebentar terus nanya lagi “ hahaha… nih gak maen-maen kan kita ke emang benar mau ke sinabung ? ”
Sehabis itu aku langsung lari sambil telanjang-telanjang terus nyari palu godam untuk menjedotkan kepala manusia planet ini supaya dia tersadar. Karena gak nemu”in palu godam buat jedotin kepala si Badugul, aku terus buru” ngucap. Ya olloohh …
Sebelum aku melanjutkan cerita tentang perjalanan kami bersama ke empat kawan”ku yang dari planet Pluto ini, berikut akan aku shared sekilas tentang mereka.
1. Jenggot.
Jenggot adalah manusia, oups bukan maksudku mahasiswa jurusan ekonomi semester mampus, ni anak kalau onlen kerjanya gak lain adalah bukak profil, beranda, dan obrolan, gak ngerti” sama perkembangan iptek dan dunia komputerisasi. Sangkin oon nya ni anak malah gak bisa bedain mana eject, dan mana format. Alhasil skripsi yang selama berhari-hari diketiknya terformat karena salah meng-ejject kan flaskdisk, sialnya dia gak punya back up data. Anak dari daerah pesisir ini telah berusaha beberapa kali mencoba untuk menyogok” si Badugul ngajarin gimana caranya nge-download. Yah benar sekali sodara” ni orang lagi usaha pencapaiannya untuk belajar donlot situs” blue yang udah diblokir Telkom.
2. Mc. Itam.
Jangan salah sama ni orang, itam” keretapi, biar itam banyak yang maki. Punya postur tinggi besar dan itam, kalo di pandang” sekilas dari lobang sedotan, ni anak lebih mirip foto profilnya orang Nigeria sambil foto alay”an dengan dengan pose, kaki agak ditekuk, muka di imut”kan dengan pipi dan ekspresi wajah di cemberutkan, statusnya di fb slalu di tunggu” biasanya kalo lagi sakit perut dia bakal nulis “Atiit, alie peyuut, awaq… pengen PUP dalam ceyana”.( Aihh mak jaanggg !!! Cuuiihh… ) Mahasiswa semester 7 di fakultas hukum ini punya keahlian dalam urusan rayu merayu kaum hawa. Biasanya dari 10 kali percobaan menembak cewek yang 7 diantaranya ditolak dan 3 lagi sekarat di rumah sakit.
3. Badugul.
Baru aja menyelesaikan sidang meja hijau Diploma 3 nya, mahasiswa jurusan Tekhnik Komputer ini tak sadar bahwa sebentar lagi ia diwisuda dan akan menambahkan embel-embbel A.Md dibelakang namanya (Abang Menganggur dek ). Kalo ngomong nafasnya bau naga yang makan semur jengkol basi terus ludahnya bersibak kemana-mana. Sebenarnya spesies ini hampir punah, dan kami sebenarnya hampir saja melepasnya untuk di museumkan ke dalam kebun binatang Siantar. Kalo ngomongin sesuatu pasti gak ada isinya, missal dalam diskusi kami dia ngomong secara tiba”, “ bekas botol aqua“ kan jelas-jelas gak ada isiya tuh botol aqua udah tau bekas yah air nya gak ada. Mending dia ngomong. Nasi bungkus, kan ada isinya nasi. Nah… bingung kan looo ?? :D
4. Donlot.
Pria batak bermarga Siregar ini, tak layaknya seperti orang batak. Tampangnya yang kaya’ cina kebun sayur, bekerja di warnet. Kami sering menyambangi warnetnya untuk main gratis, dan membiarkan dia menanggung dosa kepada majikannya. Mahasiswa Fakultas hukum yang sekelas sama si Mc Itam ini telah berulang kali mencoba menulis dan belajar untuk menjadi blogger, tapi setiap kali blogg yang dibuatnya sama persisnya seperti blogg download cheater point blank. Kalau untuk urusan download mendownload dia jagonya. Donlot juga mahir dalam music, main drum dia juga jago. Tapi jangan biarkan dia untuk nyanyi di acara pesta ulang tahun, pernikahan, atau nongkrong di tempat” karaoke, orang” akan langsung jengang” sambil ngeluarkan busa dari mulut ketika dengar dia nyanyi.
5.Bens
Teng tere re re… ngggg… dia adalah penulis yang tulisannya sedang pemirsa baca ini. Mahasiswa lulusan D3 Manajemen Informatika ini terkenal akan liar dan binalnya, kadang” suka kelihatan sok keren dengan motor shogun bututnya. Kalau lagi nulis gini biasanya dapet ide”nya pas lagi macem”, bisa pas dia lagi boker di selokan depan rumah terus dapet ide dan langsung nulis dengan binalnya. Pria berkacamata dengan body bahenol cungkringnya ini bekerja di salah satu media minguan lokal. Dan sudah pasti menjadi orang yang paling gak waras diantara ke empat temannya itu.
Eniweii, aku akan ngelanjutin cerita perjalanan keempat teman ku yang gila bersama satu orang si ahli gila yaitu aku sendiri. Hari itu kita yang uda siap-siap lets go berangkat, memeriksa dan mengumpulkan persenjataan tempur pendakian. Tenda, Carrier, Sleepeng Bag, Nesting, Kompor Praktis, dan beberapa alat pendukung perang lainnya. Aku sempat terkejut dengan si Badugul Packing masukin barang”nya kedalam tas carrier si itam, oh ternyata dia bawa handuk mandi gitu.
“ Gul ko bawa handuk ? buat apa ??? mau mandi di sana ?” tanyak mc. Itam kekeh.
“ Jadi tak perlu bawak ?” jawab Badugul sotoy yang dibalas dengan kekehan kami semua, maklum, bagi dia ini adalah pengalaman pendakian pertamanya.
Dengan konsisi keuangan seadanya, kami berangkat dengan sepeda motor perjalanan ditempuh yang berjarak sekitar 7 jam perjalanan. Seorang teman sudah ngingatkan kami kalau perjalanan kami dimusim hujan, oleh karenanya kami harus berhati-hati dan mengingat resiko perjalanan ini akan semakin besar disaat cuaca yang tak bersahabat. Benar saja hujan menyambut perjalanan kami mulai dari Sibolangit sampai Lau Kawar. Target perjalanan yang kita taksir hanya 7 jam molor jadi 12 jam di tambah lagi motornya si Jenggot dengan kecepatan 1Km / minggu, selidik punya selidik ternyata kehabisan oli.
Tentang suka duka dan cerita” gila selama dalam perjalanan tak bisa ku uraikan dalam tulisan ini sebab kalau harus di uraikan bisa” kita jadi gelar tikar, mesan kopi satu tong, tambah kacang pak tani satu dus, plus kartu joker. (ini mau lek-lek an acara kawinan atau apa siih ben’s ?? ) HAKHAKHAK …
Hujan menyambut kedatangan kami, yang sampai tepat pada pukul 19.00, di kaki gunung tepatnya di Lau Kawar, dengan sigap kami yang semua udah kelelahan bagi tugas, Jenggot dan Itam mendirikan tenda, sementara aku dan Badugul menyiapkan logistic yang akan kami santap dengan sadis malam itu. Petualangan akan dimulai keesokan harinya.
Paginya setelah semua ready dan memulihkan stamina perjalanan dilanjutkan. Biasanya dalam perjalanan normal yang ditempuh untuk mencapai puncak 5-6 jam. Karena memang beban kami didalam tas carrier banyak, karena memang kami berniat untuk bermalam selama beberapa hari diatas, ditambah lagi kurang bersahabatnya cuaca alhasil perjalanan kami tempuh sampai dengan 8 jam. Nyali kami agak sedikit ciut, karena pada hari itu juga tidak ada pendaki lain yang naik secara bersama dengan kami, kalaupun berpapasan dengan pendaki yang lain mereka lebih memilih untuk tidak menginap di puncak karena cuaca yang tidak bagus.
Akhirnya dengan perjuangan serta kebersamaan, dan dengan jerih payah keringat kami yang bercucuran atas rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa ke empat orang” gila tersebut sampailah di puncak akhir dari perjalanan kami. Ambooii..
Desiran angin menyambut kedatangan kami, hingga merasuki relung” jiwa menuju kedamaian abadi, sementara sayup” suara burung berkicau yang memecah keheningan bak nyanyian surga yang melintasi hati sanubari ditengah megah dan agungnya akan ciptaan Tuhan … Amboii.
Ohh… Nirwana.
Gubraakkk !!!!!!!
***
Setelah beberapa hari di atas dan persediaan makanan kami telah habis, dalam perjalanan pulang, kami sempat ketemu sama 4 orang bule” asal Rep. Ceko bersama seorang guidenya yang kebetulan berpapasan dengan kami. Karena memang namanya berpapasan yah pastilah mereka duluan yang say hello sama kita, mungkin mereka mengira kami adalah orang bunian penunggu gunung ini. Dalem ati pasti mereka berkata “busyet dah gue malah nemuin orang bunian disini, item, kumal, kurus lagi, sesuatu sekali niih “.
Mereka senyum” mesum, sementara guidenya si bule’ pria yang agak gemukan yang berwajah Batak masih ngos-ngos-an mungkin gak sanggup mengimbangi langkah kaki si bule.
“ Hallo Apah Kabarr ” Kata si bule terbata-bata yang berambut pirang. *perasaan emang rambut bule pirang” lah.
“ Hallo, wat is yo nem ? “ Lawan Si Badugul yang Sotoy membalas si Bule’.
Ini dia nih contoh siswa yang pelajaran bahasa Inggrisnya ponten 4, dari SD sampek kuliah pelajaran bahasa Inggris gak ada yang taunya, cuma bisa ngomong Yes, no, dan wat is yo nem doing.
Sementara si Bule Cuma bisa nyegir karena mungkin masih shock mengetahui ada manusia bunian yang pernah ikut bimbingan les bahasa Ingglis. Sementara si guide bermuka Batak masih ngos-ngosan mengatur nafas, mulutnya persis kaya’ ikan mas koki di aquarium.
“ Hii.. Can U Speaking Indonesian ? Come From U Nation ? “
Aku bertanya kepada mereka. Soalnya aku pernah punya pengalaman dengan pertanyaan ini. Kenapa aku tanya duluan dia bisa bahasa Indonesia apa enggak, karena aku pernah punya pengalaman ketika pendakian tahun lalu di tempat ini juga, susah” aku ngomong wes, wos, wes, wos pakai bahasa Inggris yang macam bubur pecal sama bule Ostrali, eh ternyata eh ternyata si bule’ biadab itu bisa bahasa Indonesia.
Kampreet. !!
Ternyata Bahasa Indonesia di beberapa negara udah dikenal dan mulai masuk kelas Bahasa Internasional looh. Keren juga ntar kalo kita jadi bule’ jalan” ke Zimbabwe, terus pas keluar dari pesawat dan dibandara mau urusan sama pihak imigrasi ketemu sama tente” gendut itam pakek daster ala Afrika yang ternyata dia petugas imigran dan terus tante keeling itu bilang gini dengan logat Afrikanya .. “ Eh, loe orang Indonesia yah, gueh bisa bahasa Indonesia loh, eh tau gak siih loe gue pernah nonton pilem Indonesia judulnya The Raid, tuh pilem keren banget book, yg di peranin ama cowok ganteng namanya Iko Wais, terus tuh yee.. apa lagi tuh anak gue yang masih SD demen banget ama pilem Indon yang judulnya Tendangan Si Madun di em en ce tipi” ?? ” HOOEKKSS !!!
“ Owh, No.. No.., We are From Ceko. ” Jawab si bule yang satu.
Terus mereka ngomong sama guide bermuka Batak yang udah ngatur nafas. Ngiutin perkataan si bule yang nanya” cepat nyocos yang udah kayak bus KUPJ –kejar setoran gak bisa aku terjemahkan secara keseluruhan tapi setidaknya kami mengerti apa yang dia tanyakan. Jadi sebenarnya mereka (bule” itu. Red) adalah sama seperti kami, mahasiswa juga yang lagi liburan dengan menjelajahi beberapa pegunungan di Indonesia. Mereka sempat nanya kepada kami.
“ What you get from mountain climbing ? ”
Maksudnya sih mau ngelawanin pakai bahasa Inggris jugak, karena ga’ bawa laptop dan modem buat koneksi ke google translate aku jawab aja ke bahasa Indonesia yang disambung sama ajudannya si pria gendut berparas Batak yang menjadi Guide mereka.
“ Mendaki gunung itu bagi kami adalah Olahraga tanpa gelar juara, ada pencapaian dan kepuasan batin tersendiri jika anda bisa menapaki puncaknya. Bagaimana ketahanan fisik, mental serta kesabaran kita di uji untuk sampai kepuncak dengan susah payah. Ketika sampai diatas puncaknya kita akan melihat betapa kecil dan tidak ada apa-apanyanya kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan menyaksikan langsung betapa indah dan dasyatnya semua yang telah Tuhan ciptakan untuk kita, pengalaman mendaki gunung sampai ke puncak tidak akan mudah didapatkan oleh orang-orang yang punya banyak uang tapi tak mempunyai fisik yang kuat, mereka boleh pergi ke belahan dunia mana saja dengan uang dan hartanta, tapi jangan harap mereka sampai ke puncak gunung tanpa usaha dan kesabaran yang kuat ”
Ohh.. betapa kerennya aku ketika menjelaskan dengan gaya sotoy dihadapan mereka. Sementara si penerjemah terus aja mentranslatekan apa yang aku bacotkan.
Supaya agak terlihat keren dan terlihat dramatis, aku tutup dengan votenya “ SOE HOK GIE “ tokoh yang aku kagumi, serta pelopor pendirinya terbentuknya organisasi MAPALA di Indonesia.
“Mengapa lama tinggal di kota (Jakarta) mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup yang sulit, jauh dari fasilitas yang enak, biasanya ketahuan seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan mendaki gunung kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya saya naik gunung.” Soe Hok Gie 1969.
*persembahan buat anak” WAK LAABU ADVENTURE Asahan- Tg.Balai. (Warung Kumpul Anak Alam Bersatu ).
Sebenarnya aku dan kawan-kawanku yang kami semuanya ada 5 ekor* (punya ekor di depan), tapi karena yang seekor lagi udah keburu masuk kerja jadilah kami berangkat berempat. Demi kelangsungan dan menjaga nama baik tujuh generasi mereka selanjutnya, ke empat ekor teman ku itu, maka nama mereka akan aku samarkan, karena mereka sering baca bloog ku ini, sebut saja mereka si Jenggot, Itam, Bedugul dan Donlot. Dan si Donlot gak bisa ikut dalam ekspedisi kami ini.
Malam itu kita yang pas lagi kumpul dengan agenda ngupil bareng pakek ujung sapu, di kos”an nya si Bedugul.
“ Kemana kita oi, beberapa hari lagi udah habis liburan lebaran? ” Itam membuka pembicaraan yang membuyarkan aksi ngupil berjamaah kami.
“ Iya niih, kapan kita kemana yok ? Masa’ liburan gini” aja … “ Jenggot menimpali.
“ Gimana kalo kita ndaki ke Gunung Sinabung aja. ” Susulku memberikan ide.
“ Sepakat bah !! Cocok kali itu ! “ Sambut Jenggot, Itam, dan Donlot dengan semangat.
Tapi cuma si Badugul yang diem aja, lantas aku bertanya lagi ke Badugul. “Woi gul, gimana ??”
“ Ke Sinabung yah “ balas si Badugul.
“Iyalah, sepakat gak kau ? “
“ Hah iya aku setuju” Ke Sinabungkan ? “
“ Iyah ! ” Balasku lagi.
“ Beneran ni kita mau ke Sinabung ? ” Si Badugul nyegir blo’on.
“ Iyalah… jamban! “ Balasku mulai jengkel.
Lalu, Badugul diem sebentar terus nanya lagi “ hahaha… nih gak maen-maen kan kita ke emang benar mau ke sinabung ? ”
Sehabis itu aku langsung lari sambil telanjang-telanjang terus nyari palu godam untuk menjedotkan kepala manusia planet ini supaya dia tersadar. Karena gak nemu”in palu godam buat jedotin kepala si Badugul, aku terus buru” ngucap. Ya olloohh …
Sebelum aku melanjutkan cerita tentang perjalanan kami bersama ke empat kawan”ku yang dari planet Pluto ini, berikut akan aku shared sekilas tentang mereka.
1. Jenggot.
Jenggot adalah manusia, oups bukan maksudku mahasiswa jurusan ekonomi semester mampus, ni anak kalau onlen kerjanya gak lain adalah bukak profil, beranda, dan obrolan, gak ngerti” sama perkembangan iptek dan dunia komputerisasi. Sangkin oon nya ni anak malah gak bisa bedain mana eject, dan mana format. Alhasil skripsi yang selama berhari-hari diketiknya terformat karena salah meng-ejject kan flaskdisk, sialnya dia gak punya back up data. Anak dari daerah pesisir ini telah berusaha beberapa kali mencoba untuk menyogok” si Badugul ngajarin gimana caranya nge-download. Yah benar sekali sodara” ni orang lagi usaha pencapaiannya untuk belajar donlot situs” blue yang udah diblokir Telkom.
2. Mc. Itam.
Jangan salah sama ni orang, itam” keretapi, biar itam banyak yang maki. Punya postur tinggi besar dan itam, kalo di pandang” sekilas dari lobang sedotan, ni anak lebih mirip foto profilnya orang Nigeria sambil foto alay”an dengan dengan pose, kaki agak ditekuk, muka di imut”kan dengan pipi dan ekspresi wajah di cemberutkan, statusnya di fb slalu di tunggu” biasanya kalo lagi sakit perut dia bakal nulis “Atiit, alie peyuut, awaq… pengen PUP dalam ceyana”.( Aihh mak jaanggg !!! Cuuiihh… ) Mahasiswa semester 7 di fakultas hukum ini punya keahlian dalam urusan rayu merayu kaum hawa. Biasanya dari 10 kali percobaan menembak cewek yang 7 diantaranya ditolak dan 3 lagi sekarat di rumah sakit.
3. Badugul.
Baru aja menyelesaikan sidang meja hijau Diploma 3 nya, mahasiswa jurusan Tekhnik Komputer ini tak sadar bahwa sebentar lagi ia diwisuda dan akan menambahkan embel-embbel A.Md dibelakang namanya (Abang Menganggur dek ). Kalo ngomong nafasnya bau naga yang makan semur jengkol basi terus ludahnya bersibak kemana-mana. Sebenarnya spesies ini hampir punah, dan kami sebenarnya hampir saja melepasnya untuk di museumkan ke dalam kebun binatang Siantar. Kalo ngomongin sesuatu pasti gak ada isinya, missal dalam diskusi kami dia ngomong secara tiba”, “ bekas botol aqua“ kan jelas-jelas gak ada isiya tuh botol aqua udah tau bekas yah air nya gak ada. Mending dia ngomong. Nasi bungkus, kan ada isinya nasi. Nah… bingung kan looo ?? :D
4. Donlot.
Pria batak bermarga Siregar ini, tak layaknya seperti orang batak. Tampangnya yang kaya’ cina kebun sayur, bekerja di warnet. Kami sering menyambangi warnetnya untuk main gratis, dan membiarkan dia menanggung dosa kepada majikannya. Mahasiswa Fakultas hukum yang sekelas sama si Mc Itam ini telah berulang kali mencoba menulis dan belajar untuk menjadi blogger, tapi setiap kali blogg yang dibuatnya sama persisnya seperti blogg download cheater point blank. Kalau untuk urusan download mendownload dia jagonya. Donlot juga mahir dalam music, main drum dia juga jago. Tapi jangan biarkan dia untuk nyanyi di acara pesta ulang tahun, pernikahan, atau nongkrong di tempat” karaoke, orang” akan langsung jengang” sambil ngeluarkan busa dari mulut ketika dengar dia nyanyi.
5.Bens
Teng tere re re… ngggg… dia adalah penulis yang tulisannya sedang pemirsa baca ini. Mahasiswa lulusan D3 Manajemen Informatika ini terkenal akan liar dan binalnya, kadang” suka kelihatan sok keren dengan motor shogun bututnya. Kalau lagi nulis gini biasanya dapet ide”nya pas lagi macem”, bisa pas dia lagi boker di selokan depan rumah terus dapet ide dan langsung nulis dengan binalnya. Pria berkacamata dengan body bahenol cungkringnya ini bekerja di salah satu media minguan lokal. Dan sudah pasti menjadi orang yang paling gak waras diantara ke empat temannya itu.
Eniweii, aku akan ngelanjutin cerita perjalanan keempat teman ku yang gila bersama satu orang si ahli gila yaitu aku sendiri. Hari itu kita yang uda siap-siap lets go berangkat, memeriksa dan mengumpulkan persenjataan tempur pendakian. Tenda, Carrier, Sleepeng Bag, Nesting, Kompor Praktis, dan beberapa alat pendukung perang lainnya. Aku sempat terkejut dengan si Badugul Packing masukin barang”nya kedalam tas carrier si itam, oh ternyata dia bawa handuk mandi gitu.
“ Gul ko bawa handuk ? buat apa ??? mau mandi di sana ?” tanyak mc. Itam kekeh.
“ Jadi tak perlu bawak ?” jawab Badugul sotoy yang dibalas dengan kekehan kami semua, maklum, bagi dia ini adalah pengalaman pendakian pertamanya.
Dengan konsisi keuangan seadanya, kami berangkat dengan sepeda motor perjalanan ditempuh yang berjarak sekitar 7 jam perjalanan. Seorang teman sudah ngingatkan kami kalau perjalanan kami dimusim hujan, oleh karenanya kami harus berhati-hati dan mengingat resiko perjalanan ini akan semakin besar disaat cuaca yang tak bersahabat. Benar saja hujan menyambut perjalanan kami mulai dari Sibolangit sampai Lau Kawar. Target perjalanan yang kita taksir hanya 7 jam molor jadi 12 jam di tambah lagi motornya si Jenggot dengan kecepatan 1Km / minggu, selidik punya selidik ternyata kehabisan oli.
Tentang suka duka dan cerita” gila selama dalam perjalanan tak bisa ku uraikan dalam tulisan ini sebab kalau harus di uraikan bisa” kita jadi gelar tikar, mesan kopi satu tong, tambah kacang pak tani satu dus, plus kartu joker. (ini mau lek-lek an acara kawinan atau apa siih ben’s ?? ) HAKHAKHAK …
Hujan menyambut kedatangan kami, yang sampai tepat pada pukul 19.00, di kaki gunung tepatnya di Lau Kawar, dengan sigap kami yang semua udah kelelahan bagi tugas, Jenggot dan Itam mendirikan tenda, sementara aku dan Badugul menyiapkan logistic yang akan kami santap dengan sadis malam itu. Petualangan akan dimulai keesokan harinya.
Paginya setelah semua ready dan memulihkan stamina perjalanan dilanjutkan. Biasanya dalam perjalanan normal yang ditempuh untuk mencapai puncak 5-6 jam. Karena memang beban kami didalam tas carrier banyak, karena memang kami berniat untuk bermalam selama beberapa hari diatas, ditambah lagi kurang bersahabatnya cuaca alhasil perjalanan kami tempuh sampai dengan 8 jam. Nyali kami agak sedikit ciut, karena pada hari itu juga tidak ada pendaki lain yang naik secara bersama dengan kami, kalaupun berpapasan dengan pendaki yang lain mereka lebih memilih untuk tidak menginap di puncak karena cuaca yang tidak bagus.
Akhirnya dengan perjuangan serta kebersamaan, dan dengan jerih payah keringat kami yang bercucuran atas rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa ke empat orang” gila tersebut sampailah di puncak akhir dari perjalanan kami. Ambooii..
Desiran angin menyambut kedatangan kami, hingga merasuki relung” jiwa menuju kedamaian abadi, sementara sayup” suara burung berkicau yang memecah keheningan bak nyanyian surga yang melintasi hati sanubari ditengah megah dan agungnya akan ciptaan Tuhan … Amboii.
Ohh… Nirwana.
Gubraakkk !!!!!!!
***
Setelah beberapa hari di atas dan persediaan makanan kami telah habis, dalam perjalanan pulang, kami sempat ketemu sama 4 orang bule” asal Rep. Ceko bersama seorang guidenya yang kebetulan berpapasan dengan kami. Karena memang namanya berpapasan yah pastilah mereka duluan yang say hello sama kita, mungkin mereka mengira kami adalah orang bunian penunggu gunung ini. Dalem ati pasti mereka berkata “busyet dah gue malah nemuin orang bunian disini, item, kumal, kurus lagi, sesuatu sekali niih “.
Mereka senyum” mesum, sementara guidenya si bule’ pria yang agak gemukan yang berwajah Batak masih ngos-ngos-an mungkin gak sanggup mengimbangi langkah kaki si bule.
“ Hallo Apah Kabarr ” Kata si bule terbata-bata yang berambut pirang. *perasaan emang rambut bule pirang” lah.
“ Hallo, wat is yo nem ? “ Lawan Si Badugul yang Sotoy membalas si Bule’.
Ini dia nih contoh siswa yang pelajaran bahasa Inggrisnya ponten 4, dari SD sampek kuliah pelajaran bahasa Inggris gak ada yang taunya, cuma bisa ngomong Yes, no, dan wat is yo nem doing.
Sementara si Bule Cuma bisa nyegir karena mungkin masih shock mengetahui ada manusia bunian yang pernah ikut bimbingan les bahasa Ingglis. Sementara si guide bermuka Batak masih ngos-ngosan mengatur nafas, mulutnya persis kaya’ ikan mas koki di aquarium.
“ Hii.. Can U Speaking Indonesian ? Come From U Nation ? “
Aku bertanya kepada mereka. Soalnya aku pernah punya pengalaman dengan pertanyaan ini. Kenapa aku tanya duluan dia bisa bahasa Indonesia apa enggak, karena aku pernah punya pengalaman ketika pendakian tahun lalu di tempat ini juga, susah” aku ngomong wes, wos, wes, wos pakai bahasa Inggris yang macam bubur pecal sama bule Ostrali, eh ternyata eh ternyata si bule’ biadab itu bisa bahasa Indonesia.
Kampreet. !!
Ternyata Bahasa Indonesia di beberapa negara udah dikenal dan mulai masuk kelas Bahasa Internasional looh. Keren juga ntar kalo kita jadi bule’ jalan” ke Zimbabwe, terus pas keluar dari pesawat dan dibandara mau urusan sama pihak imigrasi ketemu sama tente” gendut itam pakek daster ala Afrika yang ternyata dia petugas imigran dan terus tante keeling itu bilang gini dengan logat Afrikanya .. “ Eh, loe orang Indonesia yah, gueh bisa bahasa Indonesia loh, eh tau gak siih loe gue pernah nonton pilem Indonesia judulnya The Raid, tuh pilem keren banget book, yg di peranin ama cowok ganteng namanya Iko Wais, terus tuh yee.. apa lagi tuh anak gue yang masih SD demen banget ama pilem Indon yang judulnya Tendangan Si Madun di em en ce tipi” ?? ” HOOEKKSS !!!
“ Owh, No.. No.., We are From Ceko. ” Jawab si bule yang satu.
Terus mereka ngomong sama guide bermuka Batak yang udah ngatur nafas. Ngiutin perkataan si bule yang nanya” cepat nyocos yang udah kayak bus KUPJ –kejar setoran gak bisa aku terjemahkan secara keseluruhan tapi setidaknya kami mengerti apa yang dia tanyakan. Jadi sebenarnya mereka (bule” itu. Red) adalah sama seperti kami, mahasiswa juga yang lagi liburan dengan menjelajahi beberapa pegunungan di Indonesia. Mereka sempat nanya kepada kami.
“ What you get from mountain climbing ? ”
Maksudnya sih mau ngelawanin pakai bahasa Inggris jugak, karena ga’ bawa laptop dan modem buat koneksi ke google translate aku jawab aja ke bahasa Indonesia yang disambung sama ajudannya si pria gendut berparas Batak yang menjadi Guide mereka.
“ Mendaki gunung itu bagi kami adalah Olahraga tanpa gelar juara, ada pencapaian dan kepuasan batin tersendiri jika anda bisa menapaki puncaknya. Bagaimana ketahanan fisik, mental serta kesabaran kita di uji untuk sampai kepuncak dengan susah payah. Ketika sampai diatas puncaknya kita akan melihat betapa kecil dan tidak ada apa-apanyanya kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan menyaksikan langsung betapa indah dan dasyatnya semua yang telah Tuhan ciptakan untuk kita, pengalaman mendaki gunung sampai ke puncak tidak akan mudah didapatkan oleh orang-orang yang punya banyak uang tapi tak mempunyai fisik yang kuat, mereka boleh pergi ke belahan dunia mana saja dengan uang dan hartanta, tapi jangan harap mereka sampai ke puncak gunung tanpa usaha dan kesabaran yang kuat ”
Ohh.. betapa kerennya aku ketika menjelaskan dengan gaya sotoy dihadapan mereka. Sementara si penerjemah terus aja mentranslatekan apa yang aku bacotkan.
Supaya agak terlihat keren dan terlihat dramatis, aku tutup dengan votenya “ SOE HOK GIE “ tokoh yang aku kagumi, serta pelopor pendirinya terbentuknya organisasi MAPALA di Indonesia.
“Mengapa lama tinggal di kota (Jakarta) mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup yang sulit, jauh dari fasilitas yang enak, biasanya ketahuan seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan mendaki gunung kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya saya naik gunung.” Soe Hok Gie 1969.
*persembahan buat anak” WAK LAABU ADVENTURE Asahan- Tg.Balai. (Warung Kumpul Anak Alam Bersatu ).
Posted in: Aktivitas

20.14
Perdana Oi Ben's








