blog edit

Jumat, 03 Agustus 2012

[Alibi] Buber Be-Lima




Mungkin hari ini adalah moment buka puasa dan sahur  yang paling berkesan. Di mulai dari buka puasa pada sore kamis itu sekitar pukul 17.30 WIB, aku, Icwal, Yahya, Diki, dan Rahmat pulang rapat dari kantor cabang IMM. Kami yang tak tahu mau kemana sore itu memutuskan untuk keliling kota kalo bahasa tumbuh-tumbuhannya kata orang tu : “ngabuburit”. Keliling kota Kisaran sore hari yang ada hanya kemacetan, karena lalulintas sibuk orang-orang yang akan membeli bukaan puasa atau hanya sekedar tepe-tepe  ( baca ; tebar pesona ) bagi kaum alayisme.

Akhirnya kami memutuskan untuk  singgah ke tempat jualan bukaan es buahnya ketua IMM kami di pinggir jalan inti kota, dan  mengharapkan buka puasa gratis J Sampe di TKP malah ketuanya gak ada, hasilnya kami melongo di pinggir jalan sambil mikir mau kemana kita lagi carik bukak puasa yang gratis ni woy ? “ Ujar si Yahya.

Tak lama kemudian lewatlah seorang (Sales Promotion Girl) Ukhti SPG Syariah *hoeeks.. syariiah !! emang ada !  kalau  bulan puasa gini mereka menambahkan embel2 islami seperti pakai kerudung tapi tetap kelihatan rambut, ; sejurus kemudian tanpa canggung dia menawarkan rokok yang dia bawa. Dan karena memang kami be lima adalah anak muda yang cool, namun kantong kami sama jebolnya, dan terjadilah dialog seperti ini.

Kami be-5        : Sama-sama  melongoo….  Sementara si Ukhti SPG yang seksi tadi terus berjalan kearah kami.
Ukhti SPG        : “ Bang beli rokok nya dong .. ? “  // Dia menawarkan.
Kami be-5        : Masih aja te bodooh… belum ada yang ngomong.
Ukhti SPG        : “ Udah pernah cobak rokok  Dja***  ini belom bang, rasanya beda dari rokok filter yang lain loo.. “ // Si SPG coba menawarkan kepada Ichwal.
Ichwal              : “ Akhh aku gak merokok mbak… ni orang niih yang merokok “.
Bens                : “ Waduu rokok ku masiih ada pulak mbak, udah pernah cobak tapi tetap setia sama Cl**  **** “   (aku menyebutkan merek rokok favoritku )
Diki, Rahmat   : nyengiirr … karena lagi cekak.
Yahya              : ” Samoo lah hah aku pun ado pulak rokok ku … “
Ukhti SPG        : “ Bener niih ga mau coba ?”  // Ia menawarkan sekali lagi.
Kami be-5        : menggeleng tanda tak berminat  

Lantas si SPG tadi pun berlalu, berjalan dengan sepatu hitam haknya yang tinggi dengan balutan busana yang ketatnya macam lontong daun yang  di jepit lidi, dia menggenakan baju terusan panjang sampai paha hingga bagian kakinya hanya di tutupin manset, pas seperti Dewi Persis yang syuting sinetron di bulan Ramadhan.
Seketika kami ber- lima memperhatikan secara detail si SPG tadi yang berjalan perlahan meninggalkan kami dan hingga pada akhirnya dari arah yang berlawanan seorang Ai-ai  perempuan Cina paruh baya menyadarkan onani lamunan kami semua.

“ Hayya .. lo semua liat cewek nanti puaca batal laa… “  Si Ai berlalu begitu saja.

Twewewewenggg….  konsentrasi kami pecah tersadar kalau kami sedang berpuasa, Ai itu membongkar semua imajinasi kami terhadap si SPG tadi. Setelah terdiam satu detik karena karena ucapan Ai tadi kami pun tersadar akan kekonyolan yang terjadi pada  kami, hingga akhirnya di sadarkan oleh Ai itu, dan 

“Huahahaha… Kwakakakak… Hiiiii… “  tawa kami pun meledak di pinggir jalan tanpa memperdulikan lagi orang-orang di sekitar kami yang lalu lalang.

Sekitar 30 menit lagi buka puasa, masing-masing dari kami membongkar contact telpon guna mencari informasi di mana lokasi buka puasa yg gratisan. Higga akhirnya kami telpon salah seorang bendahara umum kami Dewi, akan tetapi ia hanya bisa menerima kami sehabis solat magrib makan di rumahnya, karenakan di rumahnya sedang ramai dan berlangsung acara buka puasa teman orang tuanya.

Kami berlima Galau, hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk mengumpulkan uang tiga ribu rupiah satu orangnya,  kami buka puasa bareng di sekret kami.Uangpun terkumpul, kami bagi tugas, aku dan Ichwal membeli kue untuk bukaan, Yahya dan Rahmat masih mencari tambahan menu buka kami, sementara Diki, balik duluan ke sekret memanaskan air panas dari dipenser untuk teh manis.

Sebenarnya kami bukan karena tidak punya uang  untuk buka puasa, akan tetapi kami mencoba ingin mengamalkan kepada orang lain mungkin sedikit beralibi, dan ingin bebagi kebaikan kepada orang yang memberi makanan bagi yang berpuasa seperti yang dikatakan dalam hadist Nabi “ Bagi siapa diantara kamu yang memberi makan orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa “

Sejurus kemudian kami balik ke sekret, 5 menit lagi buka puasa. Kami tersadar air didalam dispenser yang dipanaskan ternyata hanya ada untuk satu gelas kecil sementara kami ada lima orang. Alamaak !! kejadian buka puasa gak minum …

Dan masuklah waktu berbuka Yahya, dan Rahmat belum juga sampai di sekret, sementara  aku, Ichwal dan Diki  berbuka  minum dengan apa yang ada, kami sengaja mengulur waktu berbuka menunggu Yahya dan Rahmat di sekret walaupun berbuka dengan ala kadarnya kami berupaya untuk berbuka bersama.

Lima menit kemudian Yahya dan Rahmat datang. “ Puasa kalo gak pakai S maka jadi Pua-a “ teriak Yahya yang menenteng bungkusan es buah yang entah dari mana dia dapatkan, sontak kami lega dan berbuka puasa bersama.

Sepanjang waktu berbuka dan menyanyap kue dan membahas, bercerita apa yang sedang kami alami mulai tadi sore pembicaraan ngawur kami terkadang sampai menjurus entah kemana-mana. Akhirnya setelah pengganjal perut terisi kami solat magrib berjamaah.

Usai solat magrib kami masih tak mau pulang dan beranjak ke rumah masing-masing, rasanya kami tak iklas untuk melepas kebermaan ini sampai di sini saja.  Masih ada satu permasalahan lagi, dimana kita makan malam nii ?

Ingat akan tawaran bendahara umum kami Dewi,  kami berlima tancap gas ke rumah Dewi, dan tarrrraaa… ternyata Dewi mengerti maksud kedatangan kami, tanpa banyak cincong lagi kami langsung gas semua menu makan malam yang di sediakan Dewi, indomie goreng + Ikan gulai.

Sehabis waktu tarawih kami masih belum mau juga beranjak pulang, eksplorasi kami terus berlanjut. Kali ini kami menyambangi rumah Arif, sekedar untuk diskusi mengenai organisasi dan cerita ngawur ngidul. Sebenarnya belum ada niat untuk sahur di rumah Arif tapi udah keburu di undang umiiknya Arif untuk sahur di rumahnya dengan menu special ayam Kentucky special sahurr. Umiiknya arif memang kami anggap sudah sebagai orang tua kami sendiri, dia juga menganggap kami sudah seperti anaknya, dia senang jika kami makan di rumahnya.  Kami berlima hanya saling lirik dan malu-malu menerima tawaran sahur bareng.

Hah Ramadhan memang penuh rejeki dan berkah …  


>> Kondisi Laptop dan Modem ku yang harus kenak kompress dibalut kain basah, karena si modem gak tahan panas.
owalaahh owalah....

Selasa, 31 Juli 2012

Nasib Penjual Pulsa Asongan di Kampus


“ dikasih utang payah bayar, gak diutangin nantik dibilang pelit”
Inspirasi ide tulisan ini ku dapat ketika terlibat kasus hutang pulsa dengan seorang penjual pulsa asongan kampus. Sampai tulisan ini selesai ditulis, aku belum juga bayar utang pulsa ku. Moga tulisan ini udah cukup la untuk melunasi hutang itu…

“ Setidaknya, tulisan ini akan mengangkat moral para pahlawan pulsa asongan di kampus/ sekolah, dan membuat sadar untuk orang-orang  yang sering beli pulsa dari penjual pulsa asongan (red; biasanya penjualnya teman kita sendiri ) kalau ngutang pulsa dan bayarnya lama maka secara tidak langsung anda telah membunuh bisnis teman anda ini secara perlahan”  Ujar Perdana Oi Ben’s, mantan penjual pulsa kampus.

Pernah gak terjebak di satu tempat yang membuat kita gak bisa keluar kemana-mana, sementara diwaktu yang bersamaan kita butuh komunikasi dengan seseorang untuk meminta pertolongan, sialnya kita gak bisa ngubungin orang itu karena saldo cuma bisa buat sms aja, maka kita pakailah sisa saldo yang ada untuk  hubungin temen  kampus atau sekolah kita yang jual pulsa dan akhirnya beberapa menit kemudian  pulsa kita dan secara tralaaalaa pulsa itu masuk,  berisilah saldo hape kita.

Kayaknya ribet yah bahasa nya …. Oke –oke analoginya begini :

Misalnya nih juminten dan parjok lagi betengkar karena juminten ngeliat parjok nge-bonceng cewe lain yg tak lain adalah adiknya parjok, karena memang terlanjur emosi juminten pun naik pitam .
Juminten: ”Kamu yah udah berani main di selingkuhin  akuh ??” /emosi tingkat dewi, kalo dewa buat cowok !
Parjok : ” looh emangnya ada apa siih beiibh …” /terkejuut..
Juminten : Tu tadi aku liat kamu boncengan cewe lain, pokoknya aku gak terima-h !!!
Parjok:  Bentar-bentar dulu donk sayang, itu gak yg seperti kamu liat … /ngeleees kayak sinetron di tipi. tapi aku bisa jelasin …
Cwe : Udah ga usah jelasin apa-apa lagi, hati akuh terlabjur atiit, pokoknya kita putuuusss !! … tuuutt tuuutt tuuut tuuut / bunyi suara telpon dimatiin.

Parjok bingung plus galau  mo nelpon balik pulsa pas kebetulan habis, mau keluar beli pulsa jauh,  dan harus nyambung angkot 2 kali di tambah naek becak 1 kali, tentu makan waktu banyak sementara ni urusan harus kelar karena sebenarnya cuma salah paham, maklum juminten termasuk tipe cewe yang memiliki rasa cemburuisme yang berlebihan, kalo lagi galau gini dia suka bunuh diri mendadak *wiih emang ada ! dan akhirnya parjok nge-sms si memet adik letting juniornya di kampus,  yg kebetulan tukang jual pulsa asongan di kampus, ngutang dulu buat ngisiin pulsa, kira-kira kek gini isi smsnya….

Parjok : “met, tlg isikan pulsa ku 10rb, penting kali ni, nanti kalo jumpa d kampus aq byar” // tanpa pikir panjang si memet balas : ok bg!
Dan akhirnya secara taaarrraaa…. Saldo pun masuk dan pertikaian dua sejoli tadi dapat di selesaikan karena masalah miss komunikasi.

Setelah berminggu-minggu kemudian, ternyata uang pulsa tak kunjung di bayar, memet pun galau, karena bingung, mau minta uang pulsanya segan, karena parjok seniornya,  dari mana harus ia cari perputaran uang untuk biaya kos dan kulianya, sementara kalo di itung2 keuntungan pulsa 10 ribu hanya 800 perak, artinya dia tekor 9.200 perak.

Nah dalam kronologi cerita tersebut di atas siapa yang jadi hero / pahlawannya ? Gak mungkin tukang cendol kan, pasti si memet tukang jual pulsa yang jadi pahlawan di balik layar. Siapa yg untung ? Siapa yg paling merana ???

Ni sebenarnya juga cerita pengalaman  ku yang dulu pernah jadi agen pulsa asongan di kampus. Tau la jual pulsa ni paling berapa kali lah keuntungan yang bisa di dapatkan asalkan perputaran uang bisa dijalankan dengan cepat saja maka bisnis ini akan lumayan sebenarnya. Memang antara bisnis dan teman nih dua hal yg harus diberi tembok pemisah, “bisnis is a bisnis” Kalo ada lagi ingat istilah dari negeri sebelah yg bilang kek gini : “ Cemana laah, Awak Demi Kawan, Kawan Demikian … “ Nanti kalo di tagih katanya “Takot kali la ko kayak gak ku bayar !”



Kalo boleh itung-itungan untuk setiap voucer pulsa 10 yang dijual menjadi 11 hanya mendapat keuntungan dirata-ratakan 8 ratus rupiah. Artinya jika dia punya modal 110 ribu maka keuntungan yang didapatnya hanya 8 ribu rupiah. Itupun kalo yang beli pulsanya pada bayar semua.
Baiklah mari coba kita bedah, tentang si penjual pulsa asongan ini :
  1. Pada umumnya mereka kebanyakan adalah anak kos, yang pengen dapat uang sampingan walaupun kecil.
  2. Bisnis mereka berkembang dari bacot to bacot, atau mulut ke mulut, ga usah pakai lapak jualan khusus, ga usah pasang spanduk ato plank nama.
  3. Model bisnis ini ala cina “bial untung dikit ha yang penting dagangan owe laris”
  4. Bisnis ini bisnis kepercayaan, sekali nembak ato gak bayar, selamanya tak di percaya.
  5. Kalo ada temen kita yg jual pulsa pas kita butuh ngutang pulsa dia bilang “lagi ga ada saldo” atau “lagi susah operator **** jaringannya”  maka saya bisa memastikan 70 % omongannya adalah alibi, karena dia gak mau terlibat hutang dengan anda, yah mungkin anda adalah suka payah atau lama kalo ngutang pulsa bayarnya. Supaya nyadar diri…
  6. Usaha ini tidak mempunyai kebijakan moneter yang kuat, missal utang pulsa lebih dari satu minggu maka dikenakan denda 50%
Minimal tulisan ini bisa memberikan kita sedikit gambaran bagaimana peliknya pedagang pulsa asongan, jadi kalau kita ada ngutang pulsa sama temen di kampus yah kalo bisa jangan lama lama di bayarnya, moga profokasi tulisan ini bisa meminimalisir dan memberikan pemahaman bagi kita yang sering ngutang beli pulsa sama kawan.
Dah la gituu aja ya …

Sabtu, 21 Juli 2012

Dari Teras Masjid, Aku di Bajak Asap Rokok


“Kok gak ada asbaknya yah, biasanya taraweh tahun lalu di teras mesjid ini disediakan asbaknya”, Gerutu bapak gemuk berkacamata ini, sambil memegang puntungan rokok  yang debunya hampir jatuh ke lantai.
“Karena khotbah solat jum’at tadi siang  udah ada himbauan pak, kalau dilarang merokok di areal mesjid / kompleks Muhammadiyah, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan “, Sambutku yang menyelonong pembicaraan karena risih memperhatikan empat orang bapak dan dua pemuda yang mengepungku dengan kepulan asap rokok mereka di sudut teras masjid.

Tak seperti malam-malam biasanya suasana di setiap Mesjid malam ini, Ramadhan 1433H  ini adalah hari kedua. Karena semalam aku tidak bisa ikut tarawih karena harus mengerjakan editing tulisan berita yang numpuk  dari meja redaksi. Malam ini aku putuskan untuk mengikuti solat taraweh berjamaah di masjid Muhammadiyah.
Bagi warga Muhammadiyah 1 Ramadhan kali ini jatuh pada tanggal 20 juli bertepatan dengan hari jumat, ini sesuai dengan surat edaran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bagiku Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam, aku tak mau ambil pusing tentang perbedaan penentuan awal Ramadhan, sementara pemerintah memutuskan 1 Ramadhan jatuh pada esok harinya.
Jum’at itu adalah hari pertama ku puasa, rutinitas aku laksanakan sebagai mana biasanya. Dari mimbar Jum’at di khutbah ke-2, aku memang datang agak terlambat, secara samar-samar  akan tetapi masih jelas ku dengar himbauan dari Ustadz yang suaranya tak asing lagi ku dengar ketika mengikuti pengajian-pengajian di Muhammadiyah.
“ Hadirin sidang Juma’t  yang di Rahmati Allah, Islam adalah agama yang sempurna dan selalu mengajarkan kebaikan kepada umatnya. Islam juga tidak meridhoi perbuatan yang merusak diri sendiri atau sia-sia. Contohnya adalah merokok. Itu sebabnya mengapa Pimpinan Pusat Muhammadiyah  mengeluarkan fatwa tentang rokok kepada wagra Muhammadiyah agar meninggalkan perbuatan yang sia-sia dan merusak diri sendiri tersebut. Di wilayah muhammadiyah telah banyak di tempelkan di setiap sudut, berupa stiker himbauan agar tidak merokok di dalam wilayah Muhammadiyah.  Melalui dengan berpuasa di bulan Ramadhan ini, Insya Allah bagi kita yang merokok akan secara perlahan akan terbiasa karena menahan untuk tidak merokok di siang hari, dan jika memang bertekat meninggalkan kebiasaan merokok ini, Insya Allah dengan berpuasa sehabis ramadhan bapak yang merokok dapat berhenti” Himbau Ustadz Akhyar, singkat di ceramah kedua.
Sebenarnya aku juga adalah pemakai  produk dari Philiph Morris ini. Aku pernah mencoba untuk berhenti merokok, tapi rekor terakhirku dalam misi berhenti merokok hanya 3 hari setengah. Setidaknya aku telah berupaya. Dan kini secara perlahan aku masih bisa untuk mengurangi volume  rokok yang harus aku bakar tiap harinya.

** Di Teras, Masjid Asap Rokok Membajak Udara.



Malam ini aku akan mengikuti solat tarawih di mesjid Al-Huda Muhammadiyah, karena aku punya rencana sehabis tarawih akan kumpul bersama teman, maka ku sambar rokok yang masih tersisa separuh bungkus lagi yang aku beli dua hari yang lalu. Nongkrong sehabis tarawih sambil ngerokok akan lebih saling melengkapi”, Pikirku. Puasa memang ampuh untuk  menghentikan kebiasaan ku membakar tembakau 9 senti ini.
Langsung tarik gas sepeda motorku, menuju mesjid  yang berjarak sekitar 1Km dari rumahku. Sampai di halaman mesjid, ku parkirkan dengan pasti kuda Jepangku itu, setelah jalan beberapa belas meter dari parkir  menuju arah mesjid, aku sadar masih mengantongi rokok. Teringat akan khotbah juma’t  tadi siang maka aku memutuskan menaruh rokok di dalam bagasi motor, supaya bisa meredam hasratku untuk tidak merokok di dalam kompeks mesjid Muhammadiyah.
Malam itu masjid tumpah ruah karena jamaah yang membludak di hari ramadhan pertama, karena memang jamaah yang ramai, aku sampai kebagian solat di teras masjid.Ditambah lagi dengan anak-anak yang datang berkompi-kompi, mereka menenteng buku yang sama di selipkan kedalam pinggang. Sudah ku tebak bahwa buku itu adalah buku catatan ramadhan yang biasa di bagi kepada siswa, mengharuskan anak-anak ini datang ke mesjid untuk mendapatkan paraf ustad dan imam solat, guna melengkapi tugas mereka. Pemandangan yang unik, ketika ustadz penceramah pulang maka, se kompi bocah ini akan menyerbu bak boy band korea yang baru turun dari bandara ketika ia tour concert, untuk mengejar tandatangannya.
 Dimulai dengan solat isya berjamaah, lalu dilanjutkan dengan ceramah singkat sebelum tarawih. Setelah solat isya, aku yang kebagian tempat di teras mesjid memilih untuk diam ditempat karena sebelum solat tarawih akan ada ceramah. Biasanya para jemaah akan memilih posisi duduk untuk mendengarkan ceramah. Sebagian ada lagi yang lebih memilih ngobrol di luar atau di teras mesjid.
Aku yang telah duluan duduk di teras mesjid sejak solat isya tadi memilih tidak kemana-mana dan hingga tiba-tiba datang segerombolan bapak-bapak duduk mengepungku . Mereka duduk dengan sigap sebagian besar dari mereka mengeluarkan produknya Philiphs Morris didepanku .
Apa-apaan ini,” pikirku kenapa dengan lancangnya mereka mengeluarkan rokok di dalam teras masjid, padahal telah jelas apa yang disampaikan pada jum’at tadi. Aku terus mengamati tingkah mereka dan menguping  apa yang mereka bicarakan.Ternyata tuduhanku jelas sebenarnya bapak-bapak ini mendengar khotbah sholat juma’at tadi siang tentang larangan merokok di areal Muhammadiyah akan tetapi mau bagaimana lagi merokok ini tak bisa di elakkan lagi kalau udah kumpul diam seperti ini.    
“Kok gak ada asbaknya yah, biasanya taraweh tahun lalu di teras mesjid ini disediakan asbaknya”, Gerutu bapak gemuk berkacamata ini, sambil memegang puntungan rokok  yang debunya hampir jatuh ke lantai.
“Karena khotbah solat jum’at tadi siang  udah ada himbauan pak, kalau dilarang merokok di areal mesjid / kompleks Muhammadiyah, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan “, Sambutku yang menyelonong pembicaraan karena risih memperhatikan empat orang bapak dan dua pemuda yang mengepungku dengan kepulan asap rokok mereka di sudut teras masjid.
Aku perhatikan mereka satu persatu, bahkan beberapa diantaranya adalah kukenal sebagai kader partai, wajah mereka tak asing lagi bagikku. Kok bisa yah ? orang seperti mereka tidak minimal mengharai peraturan “, aku menggerutu dalam hati.Beberapa diantara mereka mengambil cangkir plastik yang digunakan untuk minum ketika berbuka sebagai pengganti asbak. Waduuhh, ini semakin gilaa...
Betapa tidak, karena tadi dari rumah aku juga mengantongi sebungkus rokok, dan memang sengaja meninggalkan barang 9 senti itu di dalam bagasi sepeda motorku karena aku amat menghargai orang-orang tua para pemimpin organisasi ini. Kenapa sulit sekali menggunggah kesadaran orang untuk minimalnya menghargai peraturan ini.
Setidaknya kita dapat menghargai setiap keputusan walau tak dapat mematuhinya. Aku juga perokok walau fatwa Muhammadiyah melarang umatnya untuk tidak merokok, akan tetapi aku masih bisa menghargai keputusan fatwa Muhammadiyah tersebut seminimal-minimalnya untuk tidak merokok di kawasan / mesjid Muhammadiyah. Semoga ini menjadi renungan dan instropeksi diri kita bersama.
(Perdana Oi Ben's )

Jumat, 20 Juli 2012

Baksos BEM Amik Royal 24-26 Oktober 2011

Program kerja kali ini bakti sosial di laksanakan di desa silo lama kecatan silau laut, berpusat di SDN 010247. Sepertti biasa hal klasik yang kami alami dalam masalah hal pendanaan nampaknya bukan menjadi masalah bagi panpel kami ini, karena memang pengalaman adalah guru yang paling baik. Baksos kali ini kami mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. alhasil untuk kebutuhan materi kita tidak ada masalah, mengingat baksos 2010 lalu dana menjadi masalah utama kami. Namun kayaknya tahu ini tidak terjadi....
Kumpul di kampus sekitar jam 9 pada tanggal 24 oktober senin, jadwal keberangkatan ke lokasi baksos molor dan terpencar-pencar pada saat keberangkatan. Acara pembukaan baksos yang dimulai jam 2 siang di hadiri oleh Perwakilan desa, UPT, Kepsek, dan Sekcam. dengan sambutan tari persembahan yang menyambut kami di SDN 010247 sebagai base camp pusat konsentrasi kegiatan.

Selasa, 17 Juli 2012

Inilah Kriteria Jama’ah Pendengar Ceramah


Ceramah yang sukses itu seperti apa ?


 Mimbar bebas yang berisikan siraman rohani mungkin bagi kita adalah merupakan sarana penyejuk hati yang dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan tentang keagamaan. Ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz dan para alim ulama guna mengingatkan dan menghimbau kita agar melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh Allah SWT serta menjauhi laragan-larangannya. Majelis Taklim, selalu mengisi dalam setiap perkumpulan pengajian mingguan ibu-ibu, pengajian remaja mesjid atau kegiatan peringatan Hari Besar Islam (HBI ) seperti Isra’ Miraj dan Maulid.

Namun, tanpa mengurangi rasa hormat saya akan peringatan keagamaan tersebut, dan tidak bermaksud mencelai setiap kegiatan PHBI, tulisan ini saya buat semata-mata hanya untuk bahan  bacaan anda dan semoga kita dapat mengisntropeksi akan sikap kita yang mungkin tidak sengaja ada pada tulisan saya ini dalam mengikuti setiap kegiatan ceramah keagamaan.
            Mengikuti Majelis Taklim (red; Majelis yang di bentak-bentak orang alim) sebenarnya adalah cara agar kita bisa kembali mengingat kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepadanya. Ustadz yang menyampaikan tausiahnya di depan jamaahnya selalu membumbui dengan guyonan atau candaan. Terkadang banyak kita yang berpendapat parameter sukses tidaknya sebuah ceramah yang disampaikan ustad, tergantung dari seberapa besar iya bisa menghipnotis jamaahnya dengan bahan lucuan-lucuan yang membuat jamaahnya terbahak-bahak. Hal ini setelah saya bertanya dan mewawancarai langsung seorang mahasiswa yang duduk di samping saya ketika tengah mengikuti dan mendengarkan ceramah Isra Miraj yang dilaksanakan oleh sebuah organisasi intra kampus baru-baru ini.
            “Akhh, ustadnya gak pande, membawakan ceramahnya gak enak, gak ada ketawaknya, tengoklah para jamaahnya banyak yang mengantok “Ujarnya.
        Sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat kepada para Ustadz, image masyarakat terhadap penyampaian anda memang bukan lebih kepada tentang apa yang anda sampaikan, akan tetapi, bagaimana anda dapat membuat audience di depan terkekeh-kekeh . Namun, itulah penilaian mereka.
       Sebenarnya bukan masalah tipe Ustadznya yang harus gokil yang membuat pendengarnya tertawa-tawa, Ironinya, jika kita melihat  tipe  Ustadz yang kocak  disadari atau tidak, nilai dari isi ceramah yang dia sampaikan banyakan ngawurnya., dalam artian tidak sampai kepada maksud serta tujuan ceramah. Tak bermaksud mengajari  ikan berenang, ceramah yang baik itu adalah ceramah yang bisa memberikan wawasan, pencerahan, dan perubahan mainsett, sebelum jamaah mendengarkan dan setelah selesainya ceramah.


Sebenarnya tulisan ini bukan hujatan. Seorang Ustadz kondang sekalipun, tidak akan jadi menyampaikan tausiahnya jika tidak ada yang mendengarkannya.

Berikut ini adalah beberapa kriteria Jama’ah pendengar ceramah di acara PHBI seperti Maulid dan Isra Miraj menurut sebutannya dan tingkat respon terhadap isi ceramah :

1.    1.  Kaum yang terhormat. Biasanya nama orang-orang ini selalu di sebut sebelum acara dimulai, paling laris ketika sambutan-sambutan. Mulai dari protokoler, laporan ketua panitia, sambutan dari kades, lurah, camat, (biasa dimulai dari posisi jabatan yang paling rendah) nama mereka begitu laris. Yang terhormat, Bapak Polan, sebagai ketua… yang terhormat Bapak polan sebagai ketua … Orang-orang ini duduknya paling depan, jika memang ceramah yang disampaikan monoton dan terkesan membosankan, biasanya mereka akan malu untuk  pulang lebih dulu, atau tertidur di kursinya. Paling tidak kalau lagi bosan denger ceramah, mereka akan menahan-nahan kantuk, bergaya pas kayak ayam tidur.
2.    2. Jamaah yang menyimak. Jumlah mereka minoritas, biasanya mereka yang benar-benar mendengarkan isi ceramah ini adalah orang-orang tua, seperti nenek-nenek, atok-atok, mereka menjadikan ini sebagai bekal dikehipan yang akan datang.
             3.  Jamaah yang “menyomak”. Jamaah yang menyomak terbagi dalam 2 kategori.
a.  Pecahan botol; layaknya pecahan botol, jumlah mereka bisa lebih banyak dari pada undangan yang hadir. Yah, mereka adalah anak-anak yang suka bikin ribut, namanya juga anak-anak. Biasanya kalo acara peringatan PHBI dilaksanakan berbarengan dengan penyantunan anak yatim, pasti acara santunannya di dahulukan karena takut anak-anak ini pasti bikin keributan.
b.   Sisipan. Mereka adalah team sukses nya kegiatan ini. Biasanya sisipan ini adalah panitia pelaksana kegiatan, Kalau acara sepi undangan yang hadir di karenakan hujan, maka mereka akan mengisi kekosongan bangku-bangku agar dilihat banyak yang hadir.
4.       4.Orang-orang Jejaring Sosial. Kaum ini dihini oleh orang-orang yang hobi jadi pewarta yang melaporkan setiap aktifitasnya di situs social seperti facebook, dan twiiter. Urusan mendengarkan ceramah nomer sekian, biasanya mereka akan mengupload status yang kurang lebih bahasanya sama : “Lagie Ikut dan nyimak Ceramah  Peringatan Isra’ Miraj niich… “ padahal dia gak menyimak cemahnya, kalo menyimak ceramahnya pasti gak bakal nulis status !
5.       5.   Pasukan Jedda Snack. Kalo yang ini lain lagi mereka akan focus mendengarkan ceramah di 30 menit pertama, 30 menit kedua mereka sedikit gusar, konsentrasi orang-orang ini akan pecah begitu panitia konsumsi membagikan snack. Sehabis itu,biasanya mereka akan cabut cantik untuk pulang…
6.     6. Panpel. Sebenarnya orang-orang ini tidak terlalu menyimak dan mendengarkan ceramah, konsentrasi mereka mudah pecah karena memikirkan serangkaian acara. Namun, ketika semua jamaah tertawa terbahak-bahak karena lucuan yang di buat Ustadznya mereka ketawanya belakangan, dan bakal nanyak sama yang ketawa, “bilang apa ustadnya tadi ..? Habis tu mereka ketawa…
7.     7.  Dibelakang Layar. Biasanya di huni oleh tukang sound, dan petugas keamanan parkir, serta tukang becak maupun angkot. Orang-orang ini beranggapan masa bodoh dengan ceramahnya, yang penting harapan mereka cuma satu. “…kapan la habis acara ni ???”
8.    8.   Jamaah yang dapat Ide tulisan.  Dialah dalang dari bacaan yang anda baca sekarang ini, dapat ide tulisan langsung nulis, gak ada yang bisa mastikan apakah dia denger dan nyimak cemahnya.



Tulisan ini semata-mata bukan untuk bahan olok-olokan, di acara peringatan PHBI. Setidaknya dapat membantu dan memberikan kita  pencerahan, bahwa apa pun yang disampaikan dalam ceramah, dan bagaimanapun pesan yang disampaikan, ambillah hal positif yang dapat kita ambil didalamnya.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates