blog edit

Kamis, 05 Juli 2012

PATOK LELE VS POIN BLANK



( kisah nyata !!! terinspirasi dari segerombolan bocah di gang sempit rumahku )

Siang itu memang panas luar biasa menyengat, dari kamar rumahku tempat persegi 4x4 dimana lokasi yang  kurasa paling nyaman sedunia aku memutuskan rehat siang sejenak melewatkan masa siang ini untuk berlayar kepulau kapuk, yah “modom” lah bahasa kerennya, untuk mengarungi samudra tanpa batas, berimajinasi, seakan duduk nonton dibioskop 21, berfantasi,  bermesra bersama mimpi, dan karena memang yang punya tidur dan mimpi itu anda, maka andalah yang menjadi sutradaranya plus produsernya mau jadi cerita bertemakan horror, action, drama, atau khayalan jorok.  ( bah! Kemana lari cerita ku ini … )   :* :D   Tapi friend ini bukan tentang perkara tidur dan kisah mimpi di siang bolong yang akan aku ceritakan karena memang gak ada nyambungnya dengan judul yang aku buat diatas. Bukan juga tentang issue KPK yang bangun gedung baru dari uang recehan saweran karena pengajuan gedung barunya gak di amini oleh DPR. J tu kan makin ga’ nyambung lagi … udah-udah, to the point aja, ini sebenarnya mau cerita apa siih  ? nah lo kok malah saya yang nuliis saya yang bingung … jjiiiahh ! :’(
Begini ceritanya pas diriku tidur disiang bolong itu secara gak sengaja dibangunin sama satu komplotan bocah-bocah  yang lagi asiik main dari dalam gang sempit disamping gang rumahku yang lebarnya  seukuran bettor (baca; becak bemotor),  kenapa ku bilang seukuran bettor ?  karena kalo ada bettor yang satunya lagi datang dari arah yang berlawanan pasti si abang becak tunggu-tungguan nunggu siapa yang ngalah untuk mundur mencari lahan kosong beberapa belas meter merelakan bettor yang satunya lewat, tapi menurut observasi lapangan ku dari kelas 1 SMA sampe sekarang aku tinggal di rumah nenek ku yang kuceritakan tadi tempat dimana aku tidur siang itu biasanya abang bettor yang paling muda yang ngalah untuk mundur ngargain yang lebih tua :D karena alasannya mungkin gak enak nanti jadi bahan ceritaan yang lebih tua pas ketemu di arisan bettor se-kecamatan, J nah kan ceritanya lari kebetor trus apa hubungannya sama judul patok lele vs point blank  ? :D … peace !, upss tapi saya minta  anda jangan larii dulu dari bacaan ini  tetap duduk santai dan konsentrasi karena bacaan ini keren, sekeren Lady Gaga yg gak jadi konser di Jakarta :D …
 
Sempat kesal juga sebenarnya dibangunin sama segerombol bocah itu  karena denger suara bising mereka mengharuskan aku tersentak terbangun dari tidur siang. Siapa yang rela di bangunin gitu aja sama suara bising bocah – bocah yang dengan sadis nya mereka ngerampas hak tidur siang ku ! karena memang udah gak bisa ngelanjutkan ritual tidur siang, aku berniat membalas perlakuan mereka kontan saja aku sejurus kemudian aku keluar dari kamar bermaksud memaki mereka satu persatu dan pengen menjitak  kepala anak-anak itu.
Sesampainya didepan pintu rumah, entah kenapa dengan cepat aku berubah pikiran, niat hati mau menghakimi anak-anak itupun urung ku lakukan, entah kenapa juga memang seketika aku dibangkitkan akan memori jamannya aku anak – anak dulu belasan tahun yang lalu ketika aku di posisi mereka. Rasanya tak sampai hati saja aku membubarkan keceriaan wajah polos mereka. Biasanya memang gerombolan genk bocah gang merpati (nama gang rumahku ) ini tak seramai biasanya karena memang mereka sedang liburan sekolah, sontak juga dalam lamunanku siang itu mereka memain sebuah permainan yang beberapa tahun ini tak pernah kulihat. Yah, benar kawan, nama game yang udah ada sejak jamannya mamak-ku  masih anak-anak ini adalah “patok lele” namanya begitu  begitu melegenda dijaman kita anak-anak dulu.
Yang membuat aku tak jadi memarahi mereka bukan hanya karena mereka main patok lele, tapi aku pernah merasakan apa yang sekarang mereka rasakan, aku memberontak dan membuat posisi terbalik. Rasanya mereka (anak-anak) pasti kesal seandainya aku bubarkan ala  satpol PP membubarkan PKL di pajak,  mereka pasti gak bisa meneruskan permainannya. Sebenarnya gak hanya sampai disitu aja, aku patutnya bangga melihat generasi muda di gang rumah nenekku ini bisa melanjutkan untuk mewarisi permainan yang melegenda ini, ditengah-tengah sempitnya lahan bermain untuk mereka karena pembangunan di sana sini, ditambah lagi game-game online yang maha dasyat canggihnya seperti point blank, atlantica, dan apalah itu namanya dan lain sebagainya. Bagiku patok lele gak hanya sekedar permainan warisan, ditengah-tengah modernisasi global ini, permainan ini begitu merakyat dan untuk  bermainnya pun dibutuhkan kekompakan team tidak pakai egoisme walaupun kadang mau jugak salah-salah “kepala awak” yang bocor dibuatnya  karena kenak hajar sama lele yang dipatok sikawan ujung-ujungnya ngadu sama mamaknya dan enceng … :D

Nah friend, kontan saja ketika itu aku beronani  membanding-bandingkan dalam lamunanku kenapa permainan yang melegenda di seantero Indonesia ini jarang dijumpain ketimbang game online yang  banjir sekarang.
  1. Karena memang jarang didapat lagi lahan-lahan kosong yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk bermain, banyaknya pembangunan sudah disana sini, sementara game online semakin menjamur  dan hampir disetiap sudut jalan dengan gampang kita jumpa.
  2. Pola pikir anak-anak sekarang yang udah maju, mereka terlanjur dikenalkan kepada kecanggihan teknologi yang tak terelakkan *berarti kita yang anak-anak jaman dulu gak maju mikirnya :D
  3. Anak-anak jaman  sekarang maunya instan aja, rasa social yang kurang *cobak mikir kalo kita dulu mau main sama kawan aja nyariin  sampe kerumahnya di kumpulin satu-satu udah rame baru bisa maen, buuukkk ada si bens ?? / “ga’ boleh main, dia tidor siang” (kata mamaknya)  J kalo sekarang mereka cuma modal seratus perak, sms-an aja udah jadi…
  4. Main game online sebenarnya bagus tapi rawan buat yang maniac, percaya kalo anak-anak bahkan mahasiswa sekalipun yang maniac game online  pasti sering bolos sekolah, bahkan bolos kuliah ( kalo senyum2 berarti pernah ! :D langsung vonis :D ) nah kalo ga punya duit buat main pb ( pointblank ) ato online pasti mikir dari mana caranya buat dapet duit gampang, yah apalagi lah korup cilik pun mewaris kepada generasi ini dengan makan uang sekolah lah, uang buku di mark-up lah / digembungkan dananya macam lah motifnya.
  5. Semua game itu candu ! kecuali patok lele, pecah piring, alep berondok , main  kareet, ular tangga, monopoli, kuaci, gambaran, engklek, main layangan, apa lagii yah … :D walaupun permainan tradisional itu juga ada kesan candunya tapi seminimalnya gak ngajarin anak-anak buat belajar melakukan kejahatan yang dilakukan maniac game online kaya’ cabut sekolah, makan uang buku/ sekolah dsb
  6. Patok lele / permainan tradisional  gak masuk dalam nomor lomba di olimpiade atau  Pekan Olahraga  Kelurahan pada acara 17agustus-an. Artinya memang kurangnya kesadaran dari kita untuk kembali memperkenalkan dan menjaga permainan ini. Coba aja kalau sekali-kali dibuat pertandingan patok lele antar kampus menyambut HUT RI , ga’ kebayang gimana keren nya tuh acara…  :D               

Nah satu lagi ni woy, uniknya memang kelen sadari gak kalo permainan alep brondok, patok lele, dsb nya itu punya peraturan yang sama dimanapun dimainkan, entah dimana dan kapan perumusan peraturannya itu gak ada yang tau, mungkin ada musywarah atau konfresinya dimana tiap-tiap perwakilan  bocah antar provinsi se-Indonesia ngumpul bahas peraturan patok lele J  Dari dulu cuma bedanya mungkin dalam hal penyebutannya aja, missal kalau main alep brondok itu sebutannya di sumut, kalo di jawa sana sebutannya udah lain lagi, namanya petak umpet, ada juga yang bilang alep cindong, mungkin di papua sana namanya alep semelekete  :D *itu siih nek coyoo, karena dalam penulisan ini penulis gak sampek riset ke papua…. Huakakkaka :D :* :I





<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

<<< Empu nya yang punya bloog...

Kamis, 28 Juni 2012

( kiriman UKMI edisi XV ) 10 Ribu Membuat Aku Mengerti Bagaimana Cara Bersyukur


Oleh perdana oi bens
“ Beneran nih mas, serius ???  aduh makasih sekali ni yah mas soalnya dari tadi pagi saya dagang baru  ini  jualannya “  raut wajah sumringah si pedagang kopi asongan, bak pensiunan PNS yang terima uang pensiunan yang setelah keluar dari kantor pos. Seakan tak percaya akan pecahan uang sepuluh ribu yang diterimanya.
Cerita ini nyata  saya alami dan begitu banyak pesan moral yang didapat darinya mengajarkan tentang bagaimana cara bersyukur menikmati apa yang kita miliki sekarang bukan dengan berambisi ingin memiliki dan begitu meratapi apa yang tidak kita punya.
Ketika itu pada maret 2011 silam,  saya di Jakarta, bersama seorang teman, kami  baru saja  pulang dari Yogyakarta setelah mengikuti pengkaderan nasional sebuah organisasi ekstra kampus. Sudah hampir satu minggu setelah kegiatan pengkaderan terdampar di Jakarta karena kehabisan ongkos gak  bisa pulang ke Medan. Karena tempat kami menginap sementara tinggal di derah menteng Jakarta pusat, hanya sekitar  dua ratus meter dari monas icon kota ini, iseng kami sore itu akan melepaskan penat di monas.
Sore itu kami berdua yang udah memang gak punya tujuan lagi mau kemana setelah seharian mencoba mencari ongkos kepulangan balik ke Medan dengan eksplorasi ke DPR RI di senayan mendatangi para wakil rakyat yang punya suara dari daerah Sumut yang sekarang berkantor di senayan untuk sekedar silaturahmi dan memohon petunjuk pengajuan UUD* (ujung-ujungnya duit ) kepulangan jurus ini memang biasa dipakai para aktifis mahasiswa kere, yang punya mental  juang  tapi punya semangat seperti kami. Sore itu kami berdua duduk di daerah silang monas bercerita meratapi nasib yang telah lebih dari dua minggu terdampar di Jakarta setelah eksplorasi ke markas wakil rakyat tak satupun membuahkan hasil karena memang kami datang disaat yang tidak tepat karena ketika itu ada pembahasan RUU di DPR.
Meratapi nasib, mengobrol ngalur ngidul sana sini, dan akhirnya teman saya sepakat untuk melengkapi sore kami dengan secangkir kopi untuk selanjutnya dinikmati berdua sekedar mencuci mulut yang basi karena seharian eksplorasi, kami sadar ketika itu sisa uang yang kami miliki berdua hanya Rp30.000  pecahan sepuluh ribu satu lembar dan pecahan duapuluh ribu satu lembar. “Bang kopi !!” hardik saya kepada si abang tukang kopi asongan yang baru melintas, tanpa cincong lagi si abang membuat dua gelas kopi yang kami berdua pesan. Kopi telah siap saji dan saya mengeluarkan pecahan uang Rp 10.000 kepada si abang tukang kopi. Sejurus kemudian si abang tukang kopi bertanya “mas, ada uang pas nye aje gak enam rebuu, soalnya saya gak ada kembaliannya nih ? ” “aduuh, gak ada mas uang kecil saya cuma itu ! “ balas saya. “kalo gitu  bentar yah mas, mau tukerin uangnya dulu “ dan saya pun mengangguk walau agak sedikit curiga pada si tukang kopi tadi karena sempat “negative thinking” besar kemungkinan tukang kopi tadi gak akan balik hanya untuk mencari tukaran uang kembalian empat ribu. Untuk kota metropolitan yang seperti ini udah biasa pikirku, bahkan jika si tukang kopi tak mengantarkan kembali uangnya aku pun harus iklas karena memang sisa uang kami untuk bertahan hidup di sini sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan tinggal 20.000.
Beberapa belas menit kemudian si tukang kopi balik masih dengan membawa uang pecahan sepuluh ribu yang saya berikan tadi. “mas, saya udah keliling cari tukerannya tapi tetep aje kagak adee”. Aduuh aku seakan tak percaya dengan si tukang kopi ini, yang sebelumnya sempat buruk sangka dengannya, untuk pedagang asongan kelas ibukota seperti ini masih ada orang yang jujur seperti dia. “truss gimana yah mas, ? “ balas si tukang kopi lagi memecahkan khayalanku tentangnya. “ ya, udah mas ga usah dikembaliin, ambil aja sisa kembaliaannya “ balasku. “ Bener ni mas, serius ??? benerann ??? aduh makasih sekali ni yah mas soalnya dari tadi pagi saya dagang baru ini jualan buka dasarnya “ raut wajah sumringah si pedagang kopi asongan itu, bak pensiunan PNS yang terima uang pensiunan yang keluar dari kantor pos. Seakan tak percaya akan uang sepuluh ribu yang dipegangnya. Hanya dalam tempo belasan menit dengan kejujurannya aku pikir ia berhak untuk apresiasi sisa kembalian walau hanya 4.000 untuknya walau kini aku tinggal mengantongi 20.000 lagi bertahan di kota metropolitan ini untuk mencari tiket kepulangan sampai batas waktu yang tidak di tentukan. Setidaknya kami masih bisa bersyukur masih punya sisa 20.000 lagi, kalaupun harus terpaksa masih ada barang pribadi yang bisa kami jual untuk bertahan disini pikirku.
Sore sampai menjelang malam yang putus asa itu kami habiskan membahas si tukang kopi yang langka tadi  dan planning besok kembali bereksplorasi dengan sisa uang yang kami miliki. Sepulang dari kawasan monas kami melewati sebuah ATM, entah apa yang ada dalam benak saya ketika itu iseng untuk masuk ke ATM untuk liat saldo walau beberapa minggu lalu saya udah tarik habis uang di rekening dan prediksi saya sisa saldo kurang dari seratus ribu rupiah. Dan alangkan terkejutnya saya ketika itu saldo di ATM ada limaratus ribu. Kaget tak percaya dengan apa yang telah terjadi dan tanpa pikir panjang saya langsung tarik uang yang ada di rekening tersebut. Bersama dengan teman saya sempat berpikir siapa yang mengirimkan uang tersebut sementara hari ini tidak ada yang menjanjikan untuk mentransfer uang. Esoknya kami mencoba berusaha mencari tambahan ongkos dan alhamdulilah akhirnya ada juga salah satu anggota dewan di DPR RI yang memberikan bantuan kapulangan tiket kepada kami. Tak lepas-lepasnya pada hari itu kami bersyukur karena atas apa yang kami dapatkan hari itu, yang seakan hampir putus asa dan tak tau harus berbuat apa. Setidaknya pelajaran dari tukang kopi di monas tadi memberikan kami pelajaran dan balasan rejeki tentang bagaimana kita mensyukuri atas apa yang kita dapatkan. Semoga kisah inspiratif yang diangkat dari pengalaman pribadi ini menjadi  bermanfaat kepada kita semua tentang bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang. (perdana oi ben’s)

Jumat, 22 Juni 2012

Kepicit Ben's Fotowork's

Berikut ini adalah dokumentasi foto dari kamera pocket SONY 12,1 mpxl saya yang saya abadikan sendiri.
"mengabadikan setiap moment adalah pekerjaan iseng yang biasa kita lakukan kapan saja, foto gak cuma sekedar gambar dia bahkan dapat bercerita mengenai kejadian yang kita rekan pada saat itu"
yook abadikan setiap moment yang ada di sekelilingmu ...
1. PASKIBRAKA ON MILITARY




foto ini di ambil di salah satu kompleks sekolah, sesuai dengan judulnya ini adalah pasukan pengibar bendera merah putih salah satu sekolah swasta di kisaran, di suruh jalan merangkak  mode tiarap sang fotografer amatir ( Perdana Oi Bens ) langsung sigap mengambil kamera pocket yang ia bawa kemana-mana dan jefret dapat lah hasil yang demikian.

2. BEDA RAS SATU RUMPUN


gambar ini saya ambil ketika sedang  makan, berada di salah satu cafe di Tanjung Balai, sambil nunggu pesanan nasi goreng yang tak kunjung datang ketika itu ada satu momen yang menarik di sini, pengambilan gambarnya si fotografer amatiir sampe tiarap-tiap :D gambar ini memang agak banyak noise nya karena pas pengambilannya dari jarak yang jauh takut kalau si ayam nya lari dan si burungnya terbang dan akhirnya jadi lah jefreeetttt...

3. BUKAN NUDE !



jangan mikir kalo ni gambar adalah orang lagi ciuman :D ni  cuman efek bayangan kamera aja...

4.  LONG WAY



gambar ini juga di ambil secara tidak sengaja ketika itu pas lagi lewat sedang berkendara liat satu moment ini, langsung putar balik sepeda motor ambil kamera dan siap-siap jefret. sialnya pas lagi mau jefret si model nya gak langsung jalan dia malah duduk di pingggir jalan dulu karena memang objek adalah peminta-minta door to door * terpaksa nungguin sampe si modelnya jalan, gak terlalu lama memang untuk dapatkan hasil jefret yang newbie ini terpaksa nungggu hampir satu jam ( * nunggu modelnya jalan ) sampe pas jefretnya gak sadar di tontonin orang di pinggir jalan .... oaaah tapi cukup puas lah dengan hasil nya.
makasiih yah mas model walau gak ijin  dulu sama modelnya langsung  :)

5.SI KECIL BOTOT



gambar ini di ambil pasca kebakaran terbesar di pasar Kisaran Asahan pada awal februari silam.


6. TAREEK BANGG



pengambilan gambar di Kab Batu Bara, kec Talawi, fenomena seperti ini sudah biasa, para calon insinyur ini tak mementingkan lagi keselamatannya. termasuk si fotografer yang hampir menjatuhkan kameranya ketika akan mengambil gambar ini karena pas saat mengambil gambar dari atas sepeda motor dengan kecepatan 40KM/ jam.


7. CIPRATAN AIR

belajar motret efek ciptaran air, foto ini memang newbie dan banyak kekurangannya karena gak terlalu fokus, tapi untuk kapasitas fotografer kayak awaq yang abal-abal ini dah paten laah.. :D

8. TERSANGKA



nah dari semua foto foto diatas dialah tersangka utamanya plus barang bukti sebuah kamera pocket SONY 12.1 mpxl.


moga tetap bisa terus berkarya dalam urusan jefret menjefret walaupun dengan kemampuan yang abal-abal ..
sampai ketemu di edisi selanjutnya.

kiriman edisi ke 7 buletin UKMI Al-Fajr STMIK AMIK ROYAL

Kebiasaan kita adalah “malas membaca” !
Oleh : Perdana Ramadhan.

Sebelumnya terimakasih saya kepada pembaca setia bulletin UKMI dalam edisi minggu kali ini saya di berikan kesempatan untuk bisa menuangkan sedikit tulisan yang masih harus banyak pembenahannya di sana sini, serta terimakasih yang sama pula kepada akhwat/ikhwan yang mau menyempatkan membaca tulisan ini, semoga karya kecil ini dapat memberikan pencerahan dan sedikit motifasi diri, karna penulis sebenarnya adalah bukan motifator.

Rasanya simple dan mudah untuk membaca, dan membaca menjadi modal utama dalam pengetahuan. Sedang dalam Al-quran pernah di kisahkan dalam surat Al-a’laq (1-5) yang menjadi surah yang pertama kali di wahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, “bacalah ! “. Bagaimana sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk menggali ilmu pengetahuan yang ada di bumi ini dengan membaca, tentunya juga dengan memahami.
Ketika dalam satu kesempatan mengikuti pengkaderan Nasional ekstra kampus di Yogyakarta, maret 2011 silam, saya sempat tinggal dan mampir ke tempat kos-kosan anak UGM di daerah sleman, karna memang satu kampus dan lain jurusan, mereka menyewa rumah kontrakan . Hal yang tak lazim oleh saya terkejut ada satu kamar khusus dimana tersusun buku-buku dengan rak-rak yang rapi, dan setiap buku berstempelkan nama pribadi pemiliknya. “ Begitu membudayanya membaca bagi anak-anak intelektual di kota pendidikan ini pikirku !” sangat jauh berbeda dengan style intelektualnya nya mahasiswa ala kampusku…. Berdiskusi cerita membahas mengenai satu permasalahan saja pakai referensi, menurut buku karangan bapak ini, tahun sekian, halaman sekian, luar biasa memang pola pikir mereka, dan tidak ada apa-apanya dengan aku yang merasa kecil di siniii…

Tapi setidaknya itu lah pengalaman yang bisa saya angkat di sini, bagi pembaca, bagaimana membaca adalah merupakan makanan wajib yang harus di konsumsi. Terkadang rasa malas adalah musuh kita, dalam membaca. Setidaknya tulisan ini bisa memberikan gambaran dan sprit baru bagi kita semua yang sudah jauh tertinggal. Kita ( mahasiswa ) sebenarnya kebiasaan kita adalah malas membaca !


Teknologi sekarang luas, apapun bisa di cari tanpa harus di pusingkan dengan pergi ke toko buku, internet mudah digunakan siapa dan kapan saja. Terkadang kita memang terlena dengan perkembangan teknologi, yang sebenarnya memudahkan kita untuk pintar malah menjadikan kita malas. Retorika kita dalam berbahasa saja bisa menunjukkan kalau kita kurang bacaan, termasuk mungkin dalam tulisan saya ini. Kalau mahasiswa dulu ketika awal semester sibuk mencari dan membeli buku-buku untuk di jadikan bahan dalam perkuliahan, bedanya sekarang kita tinggal download, dan copas (copy-paste) apalagi kalau di sibukkan dengan pembuatan makalah, hanya dengan ctrl C + ctrl V = print langsung jadi. Menenteng-nenteng laptop ke kampus, memanfaatkan wifi yg gratis biasanya kita lebih di sibukkan dengan fb-an di jam istirahat, bener gak ? ( kalo senyum2 berarti bener ). Inikah wajah orang-orang intelektual hari ini?? Saatnya kita kejar ketertinggalan kita. Dan menyadari bahwa betapa “bodohnya aku saat ini “ ?
berikut ini saya kasi tips bagi kawan2 untuk bisa merangsang kembali minat baca :
1. Jika menemukan kalimat asing dan tidak mengerti artinya, usahakan di catat dalam note book atau hp, jangan tanyakan langsung kepada orangnya, berusaha mencarinya artinya sendiri dalam internet atau yang lainnya hal ini akan membuat kita ingat dari pada menanyakan langsung.
2. Rajin membuka site-situ pengetahuan umum yang sebelumnya tidak pernah anda ketahui misalnya dengan mengetikkan key di google “ do you know ? “
3. Gunakan waktu luang yang percuma dengan membaca, caranya bisa mengantongi bahan bacaan apa saja di dalam tas, yang bisa di baca.
4. Membaca , mambaca, dan membacalah !

semoga bermanfaat !

Bantinglah otak untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa. ( Al- Ghazali )

Rabu, 19 Oktober 2011

Adventure 2 warna 15-16 oktober 2011

Pendakian kali ini ke sibolangit 2 warna, bersama anak2 GeMPAR kita membawa peserta yg pengen ngerasakan gimana petualangan di alam bebas itu. Brangkat menurut jadwal jam 8 molor menjadi jam 9.45 karena ada persiapan perlengkapan yang kurang. sekitar 18 orang perserta dan 10 orang personil GeMPAR yang menjadi kekuataan dalam pendakian kali ini. 
Sampai di sibolangit sekitar jam 15.00 wib, pemdakian di mulai 30 menit berikutnya setelah membayar registrasi sebesar 15 ribu. Medan pendakian memang agak licin dan basah karena musim hujan, karena kami memang berangkat ketika musim hujan, kepada peserta juga sudah di ingatkan supaya membawa mantel, dan akhirnya kekhawatiran ku terjadi juga, sekitar 300 meter lagi sampai tujuan, hari yang sudah semakin gelap, hujan pun turun dengan lebatnya petir menyambar, parahnya beberapa peserta ada yang membandel tidak membawa mantel, akhirnya ada sebagian yang basah2an. termasuk aku juga salah bawa mantel, yg ku bawa mantel versi egois dengan model baju, tak sadar membawa carrier kapasitas 60 liter, dan carrier pun basah, untung saja aku udah safety dalam packing segala barang2 udah di bungkus plastik, jadi cuma carrier nya aja yang basah. Hujan malam itu seakan mengingatkan aku akan moment bersama beberapa perintis di lokasi yang sama di tahun 2009, berteduh dalam tenda yang tidak terpasang secara utuh.
Karena memang sudah terjebak hujan team pun memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, karena perjalanan berikutnya akan menyebrang sungai dan kami memprediksi air sungai akan meluap. hingga kami pun memasang tenda untuk berteduh, hujan semakin lebat dan untung nya tidak berlangsung lama reda jam 9 malam. Tak ada pilihan dan aktifitas lain selain menambah asupan tenaga memasak dalam tenda. makan malam ala GeMPAR pun jadi, dengan menu indomie di rendam air hujan yang kami rebus terlebih dahulu. 
karena memang ketika membangun tenda kami agak kesulitan untuk mencari tapak mendirikan tenda karena tanah yang hampir semua tergenang air, serta posisi tempat kami camp dengan tanah yang miring karena di samping kami ada tebing dan memang potensi untuk longsor. Alhamdulilah gak terjadi apa2 sampai keesokan pagi nya. malam di dalam tenda sebagian personil memang memilih untuk melewatkan malam dengan bercengkrama dan menghabiskan masih sempat2 nay lagi beronani waktu di balok2 kartu joker. sementara aku memilih tidur di luar tenda... posisi saat itu memang sulit untuk memejamkan mata, karena tenda yang kami bangun dengan tanah yang basah. sementara aku bisa tertidur dalam posisi apapun kecuali berdiri (belom pernah nyoba ) wew ...
Ke esokan paginya setelah sarapan dengan menu ala anak GeMPAR, si abank dan  owalah juru masak dengan masakan yang sudah akrab di lidah anak GeMPAR menyiapkan menu sarapan pagi nya. "bubur kacang hijau" yang sedaap kami rasa, guna menambah asupan tenaga perjalanan berikutnya, karena memang kami belum sampai tujuan. Mungkin di lidah peserta agak asing ... tapi semua melahap nya dan nyummiii....
aku, kompenk, dan bang_dat ; ( dibelakang tenda darurat yang kami bangun )

Aku masih ingat 3 kali terakhir kali ke sini dan membandingkannya dengan pendakian sebelumnya, sungguh banyak sekali perubahan. jalan track pendakian yang sudah lebar karena memang jalur ini sudah menjadi jalur wisata pendakian. banyak sampah yang di jumpai di mana2, sayang sekali aset kekayaan alam di sumut ini dengan biaya registrasi masuk 15 ribu dengan bukti pembayaran kwitansi  yang tidak jelas penggunaan nya. :(

Setelah sarapan, team bergegas untuk segera melanjutkan perjalanan sekitar 30  menit lagi melewati susur sungai. sekitar jam 9 team pun bergerak dan membalas semua rasa penasaran peserta ketika sampai di tujuan dengan keindahan alam telaga 2 warna yang tersimpan cantik di dalam gunung. beberapa crew, dan peserta melampiaskan capek nya perjalanan dengan berfoto dan mandi2. namun aku untuk memilih untuk menyalakan kompor memasak persediaan asupan gizi berikutnya, dalam keindahan 2 warna ini  tapi sebenarnya dalam hati aku banyak memperhatikan perubahan2 alam yang tidak terurus, sangat banyak perbedaan2 ketika aku ke tempat yang sama di tahun 2009. dan yang kami bicarakan ketika pertama kali kami ke sini pun sudah terbukti, sampai ada "namboru2" yang rela membopong dagangannya dengan perjalanan lebih dari 2 jam ( bagi kami ) ke lokasi ini, untuk harga sebungkus rokok "club mild" di jual seharga 18 ribu, wew !!! setimpal untuk perjalanan yang tak terpikirkan masuk hutan ini ... bahkan sudah tersedia kamar ganti, bak pemandian di bukit lawang ... :D
aku dan sabatku zefri dengan back ground telaga 2 warna.

menu makan siang di siapkan, kali ini akan mencoba untuk cicipin ikan sarden yang di kolaborasikan dengan indomie, setelah kedinginan dan capek untuk foto sana sini, sementara aku, badai, abank, dan beberapa crew mempersiapkan kompor memasak air untuk sekedar nge-teh, dan masak makan siang.

lagi nyiapkan kompor infuse, untuk sekedar menghangatkan badan dan masak nasi...

tanpa bacot lagi setelah makanan yang di tunggu2 tadi siap untuk di makan, kita semua makan dengan menu ala kita genk.... sepiring berlima, sementara aku untuk yang kadua kalinya dan tanpa masalah makan dalam periuk berempat... aseeekkk....

setelah makan dan puas dengan semua keindahan alam yang membuat peserta rela untuk gembel2an di sini sekitar jam 12 kita gerak pulang , nampak jelas rasanya kepuasan peserta pendakian kali ini, ternyata peserta yang ikut ga pada manja dan ga terlalu susah bawanya, dalam perjalanan nanjak atau pun turun mereka ga' banyak ngeluhnya, yah setidaknya ini lah yang aku inginkan dari mereka, dan selalu cerita bangga pada kawan2 yang belum pernah nanjak sebelumnya bahwa kegiatan masuk keluar gunung atau hutan  ini bukan kerjaan yang sia-sia di mana kita bisa merasakan hidup yang serba terbatas, tau watak dan karakter teman dan harus bisa menjaga persaudaraan dan kekompakan, menghilangkan sifat egois dan mau menang sendiri, intinya tetap menjalin persauudaraan.selain menikmati kaindahan alam ciptaan Tuhan yang maha dasyat.
dan ini lah kami GeMPAR yang akan meninju mukamu jika kau mengatakan kerjaan kami jalan-jalan... !!!
maka dari itu di antara kami (crew) sudah saling seperti saudara sendiri, seperti terlahir dari satu rahim.

Perjalanan pulang ke kisaran pukul 16.30 sore dalam bus aku masih penasaran dengan kegiatan yang kami rencakan ini spontan langsung aja ku buat peserta untuk menuliskan pesan kesan selama perjalanannya bersama GeMPAR karena ku tau banyak di antara mereka yang ini adalah pendakian perdana nya, namun alhamdilulah mereka semua puas dengan petualangan hari ini dan tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya sama ketika aku melakukan pendakian pertamaku dulu.
Dalam hati aku bangga karena memang pencetus ide untuk kegiatan ini dan menjawab vakum nya GeMPAR organisasi yang sempat aku dirikan di 2009, aku juga yakin crew yang lain begitu juga. walaupun jujur sebenarnya ni kegiatan tidak diketahui oleh kampus meski membawa nama lembaga, dan aku agak sedikit ciut juga ketika kawan2 ku di introgasi direktur yang kebetulan tahu keberangkatan ini, yang tanpa konfirmasi, karena kalau aku pikir harus ngomong, lobi sana sini, harus ini itu, dengan konstribusi gag jelas, kegiatan ga akan terlaksana... rasanya sudah cukuplah kami mengikhlaskan nama kami " dijual" di brosur kampus tanpa ada konstribusi ke pada kami, setidaknya aku dan kawan2 GeMPAR banggga bisa menghidupkan orgaisasi kami dengan iuran kas yang kadang2 maceet...
namun satu kalimat motifasi yang membaut aku yakin bahwa "TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR DAN SELALU BERSAMA ORANG-ORANG PEMBERANI !!! "
"Amazing Adveture " tunggu pendakian kami berikut nya ...

Salam lestari .....

" Bagaimana Seseorang Bisa Mencintai Tanah Airnya, Jika ia  Tidak Pernah Melihat Langsung Keindahan dan Kekayaan Alamnya, Untuk Itulah Mengapa Kami Naik Gunung" (Soe Hok Gie-1964 )

Kamis, 06 Oktober 2011

Aku dan Mata Kamera



Seperti sebuah sugesti …
Dan ketika mata kamera akan mengabadikan sebuah moment…
Maka yang dibidiknya akan tersenyum dan menikmati…

Semua orang bisa mengabadikan moment-moment penting dalam sebuah kamera. Di zaman digital yang canggih ini kamera bukan lah barang yang langka, ga perlu pakai roll film lagi, media penyimpanan nya sekarang udah semakin besar, dengan tekhnik digital, meskipun harganya terbilang lumayan, setidaknya kalo memang ga punya cukup budged kamu bisa pakai kamera hp, kalo ada sedikit uang bisa beli kamera pocket, kalo punya modal yang lebih apasalahnya mencoba kamera professional DLSR.
Walaupun sekarang aku Cuma punya kamera pocket, Insya Allah 1 bulan ke depan udah bisa beli yg proo. J Sebenarnya ketertarikan  aku pada kamera terbilang pagi, sekitar di tahun 2009 ketika salah seorang teman  meminjamkan kamera pocketnya, yah saat itu lah aku tertarik dengan barang yang namanya kamera. Di mana tertariknya brooo …? Hehe… ni sedikit cerita yah tentang pengalaman jatuh cinta sama pacar ke-dua (kamera) dalam dunia fotografi... :D  cekiiidot.
Pasal 1. Ga semua orang bisa punya kamera, jelas memang karena harganya yang lumayan, kalo lo bisa nya pake kamera hp gapapa.. kalo ada duit kan ntar bisa beli yang labih bagus.
Pasal 2. kamera tu tugasnya pengabadi moment (yah karena memang ntu fungsinya) bayangin aja kalo gak ada kamera tentunya kita ga bisa ngliat foto tempo doeloe.
Pasal 3.   Ga semua orang pandai menggunakan kamera dengan baik, yah berarti ada tekhnik2 yg harus lo ketahui pas pengambilan pose, terkadang ada hasil jefretan yang kurang memuaskan, dan moment itu ga bakal terulang ke 2 kali dalam waktu yang sama.
Pasal 4. Seorang fotografer harus pandai menempatkan posisi kameranya dengan benar selain itu juga pandai mencuri moment penting. Pengalaman aku pernah sampai membidik gambar sampai 30 menit untuk sebuah jefretan karena susahnya mendapatkan kesemptan.
Pasal 5. Seorang fotografer harus pandai belajar sabar, dan sedikit punya keberuntungan.
Pasal 6. Fotografi kegiatan yahg membosankan kalo lo gak terus ngasah imajinasi, intinya sejauh apa lo bisa keluarkan imajinasi, kreatifitas dan dana, maka aktifitas fotografi ga akan bikin lo bosan.
Pasal 7. Jangan nganggap remeh sama bisnis fotografi, bayarannya bisa sampai 8 digit angka kalo memang hasil jefretan lo tu bikin puas konsumen.
Terakhir fotografer ga akan pernah mau dipotret, sebab kalo tukang foto yang mau dipotret lantas siapa yang memotretnya. Bingung kan lo… ?? :D

Rabu, 28 September 2011

Welcome to "dunia kampus"


“Sebuah Goresan Pemikiran  Mengenai Luasnya Dunia Mahasiswa “
oleh : Perdana Ramadhan (Ketua BEM Amik Royal 2010-2011)

Salam mahasiswa….
Pertama saya apresiasikan buat  kawan-kawan mahasiswa yang mau rela sekedar untuk berdiri beberapa menit  di depan kotak kaca yang biasa di sebut madding ini demi membaca isi kalimat demi kalimat buah dari apa yang ada didalam pemikiran saya yang selanjutkan di terjemahkan kedalam bentuk retorika bahasa yang bisa di sebut dalam sebuah tulisan bergaya opini.

Sebelumnya saya ucapkan khususnya kepada mahasiswa baru selamat datang di dunia mahasiswa!!. Saya ingat ketika saya juga di posisi kalian ketika menjadi mahasiswa baru ditahun 2008, entah apa yang ada dalam pikiran saya ketika itu. Disadari atau tidak kuliah merupakan tuntutan di jaman yang semakin maju ini untuk terus mengasah pola pikir dan kemampuan kita sebelum nantinya kita akan terjun ke dunia masyarakat yang sebenarnya. Lain factor juga yang banyak menimpa kita adalah tuntutan dari orng tua yang menitipkan kita di STMIK AMIK ROYAL ini agar nantinya kita dapat bisa mejadi anak yang bisa membanggakan orag tua, terlepas embel-embel sarjana atau ahli madya yang akan kita dapatkan nantinya, banyaklah motif nya….

Di sadari atau tidak seperti judul yang saya tuliskan di atas, tanpa kita sadari kita telah menjadi seorang mahasiswa, dalam kosa kata bahasa, kata maha hanya di pakai untuk dua objek, yang pertama : mahakuasa ( Tuhan ) dan mahasiswa. Namun masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa tidaklah sebuah penggalan kalimat yang mudah.
Dunia kampus itu luas ! yah setidaknya itulah yang bisa saya dapatkan atas pengalaman yang kalau boleh itu bisa dibagi kepada kawan kawan. Hendaknya kita sepenuhnya sadar bahwa tugas kita sebagai mahasiswa tidak hanya berkutat di dalam local pengikuti matakuliah saja.
menjadi mahasiswa yang aktif adalah kuncinya. Dalam hal ini, bukan berarti saya menentang mahasiswa yang datang kuliah duduk ikut perkuliahan lalu pulang, akan tetapi coba lah buka wawasan akan dunia mahasiswa yang sedang kau hadapi kini.
Sejatinya, metode yang diajarkan dalam perkuliahan hanya sekitar 15% sisanya cari sendiri di luar, yah dimana lagi kalau bukan di dunia kampus mu… Sekali lagi maaf bukan maksud untuk menggurui apalagi megajari, karena saya yakin pasti ada orang yang lebih pantas untuk menyampaikan hal ini. Saya hanya ingin sekedar membagi apa yang diketahui. Mungkin ini adalah sekedar tips dan sedikit catatan bagi saya yang tidak ada artinya untuk bisa di bagi kepada kawan-kawan siapa tahu bermanfaat untuk beradaptasi di dunia kampus yang luas ini.
1.     Bergaul lah dengan siapapun, jangan hanya tahu bergaul dengan teman sekelas atau satu jurusan saja, bangunlah jaringan dengan siapapun apalagi dengan angkatan di atas anda.
2.     Aktif dan up date terus informasi apapun yang ada di dalam kampus, jangan mau ketinggalan informasi.
3.     Tinggalkan kebiasaan kebiasaan yang gak berguna ketika di SMA dulu.
4.     Aktif di organisasi intra atau kelembagaan kampus, hal ini sangat penting karena kita akan mendapatkan banyak pelajaran yang tidak akan pernah kita dapatkan didalam kelas perkuliahan.
5.     Belajarlah menjadi idealis, artinya katakan sesuatu itu benar jika menurutmu benar dan tentang samapi mati jika sesuatu itu adalah salah dengan apapun jalannya.
6.     Berani mengambil kesempatan atau peluang yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya, di bidang apapun itu.
7.     Mulailah berfikir bagaimana layaknya pola pemikiran seorang mahasiswa.
8.     Just do it. Talk Less do More …
Sekali lagi mungkin bukan bermaksud menggurui apalagi mengajari, ketikan kecil yang tak berguna ini hanyalah sampah yang sewaktu waktu dapat dibuang pembacanya, tapi tidak sedikit dari mereka yang mampu untuk menulis apa yang baru saja saya rincikan diatas. Semoga karya kecil ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya…
Thanks Your Attention ….

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates